Economic Time FEB UB : Apakah Kenaikan Harga Rokok Efektif?

Infokampus.news, Malang – Efektivitas kenaikan cukai rokok terhadap penurunan konsumsi rokok terus menjadi isu yang hangat untuk diperbincangkan. Isu tersebut kembali dibahas dalam talkshow Economic Time, ‘Efektivitas Kenaikan Cukai Rokok’ yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya HMIE FEB UB) di Basement FEB UB, Kamis, 20 Oktober 2016.

Wacana Harga Rokok Naik Berawal dari Penelitian

Wacana kenaikan harga rokok untuk mengurangi konsumsi rokok ini berawal dari penelitian yang dilakukan oleh Studi Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (UI). Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa dari 1.000 orang yang di survey, 82% akan berhenti merokok bila harga rokok mencapai Rp 50 ribu.

Kenaikan Drastis Menyalahi Undang-undang

Menanggapi hal tersebut Kanwil DJBC Jatim II Nirwala Herianto mengatakan bahwa peningkatan cukai rokok ini salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi konsumsi rokok masyarakat. Namun Ia menilai kenaikan harga rokok yang drastis sampai Rp 50 ribu menyalahi Undang-undang.

“Kalau naik jadi Rp 50 ribu itu berarti tarif cukai bisa sampai ke kisaran angka 300%, dan hal tersebut akan menyalah Undang-Undang (UU). Karena dalam UU sudah diatur bahwa tarif cukai terbesar dipatok dalam angka 57%,” kata Nirwala.

Banyak Pihak yang Terkena Dampaknya

Sementara itu Guru Besar UB Prof. Agus Suman menyebut bahwa pemerintah harus melihat dari berbagai sisi seperti masyarakat dan kesehatan, bukan hanya membuat peraturan tentang rokok tersebut. Karena ada dua sisi yang bisa dilihat dari isu ini. Di satu sisi penerimaan negara akan naik sedangkan di sisi lain banyak pihak terkait yang akan terkena dampaknya. Pengurangan konsumsi rokok kepada orang yang kurang mampu merupakan hal yang harus dikedepankan pemerintah.

“Pengeluaran kedua kalangan kurang mampu ini lari ke rokok. Hal ini justru menjadi masalah dimana saat ini 70% BPJS disalurkan kepada penderita penyakit yang diakibatkan rokok ini. Bisa bangkrut kalau terus begini,” jelasnya.

Talkshow yang diselenggarakan di Basemen FEB UB tersebut dihadiri oleh Kepala Kanwil Direktorat Jendral Bea Cukai Jawa Timur II, Nirwala Swi Herianto, dan Guru Besar Universitas Brawijaya Prof. Agus Suman S.E., ME.

Penulis : Ucha Julistian
Editor : Galuh Pandu Larasati

Foto : Ucha – Infokampus.news

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ini Prospek Kerja Terbaik Lulusan Ilmu Komunikasi!

Dengan menjunjung tinggi modernitas, studi Ilmu Komunikasi terus menjadi bidang ilmu yang kritis untuk selalu menyajikan strategi yang tepat untuk...

Close