Poltekkes Malang Periksa Gizi Siswa SMAM 1

Infokampus.news – Politeknik Kesehatan Malang (Polkesma) bekerja sama dengan Nasyiatul Aisyiyah (NA) kota Malang mengadakan edukasi gizi remaja pada siswa SMA Muhammadiyah 1 Malang. Kegiatan ini diselenggarakan pada Senin (16/9).

Tema gizi remaja diberikan pada siswa SMA Muhammadiyah 1 Malang lantaran masa remaja merupakan masa pertumbuhan. Terjadi banyak perubahan pada remaja, mulai fisik, kognitif, dan psikososial. Berat badan dan tinggi badan merupakan salah satu yang mengalami pertumbuhan cepat.

Masa remaja juga menuntuk aktivitas fisik yang cukup banyak. Untuk itu, kebutuhan zat gizi seimbang perlu diperhatikan. Hal tersebut disampaikan oleh Loresta Putri di hadapan siswa kelas X, XI, dan XII.

Dosen Polkesma Dr Annasari Mustafa SKM MSc mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian pada masyarakat. “Kami beri edukasi pada adik-adik tentang gizi baik dan seimbang karena ini penting untuk siswa. Ini juga bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi Polkesma,” ujar Anna, sapaan akrabnya.

 

Polkesma Bekerja Sama dengan Nasyiatul Aisyiyah

Sejak 2018, Polkesma dan NA sudah menandatangani nota kesepahaman kerjasama. Kerjasama tersebut terkait penyediaan fasilitator tenaga medis untuk program Pelayanan Remaja Sehat Milik NA (Pashmina). Anna juga menyebut, pengabdian yang dilakukannya bersama dengan NA ini merupakan bagian tindak lanjut dari MoU tersebut.

Baca Juga :  Berkat Helm Pintar, Mahasiswa UMM Raih Bronze Medal di Korea Selatan

Ketua Tim Pashmina kota Malang Jihan Mawaddah menyebut, ini bagian  dari kepedulian NA untuk perkembangan anak dan pelajar di kota Malang. “Kami punya program Pashmina, Polkesma punya pengabdian masyarakat. Jadi kenapa tidak kita kolaborasikan saja?” ujar Jihan.

Pada pelaksanaan Pashmina tersebut, 94 siswa SMAM 1 mendapatkan edukasi tentang gizi remaja di aula. Setelah itu, siswa bisa mendatangi pos-pos yang disediakan. Antara lain pos indeks masa tubuh (IMT), pos kesehatan dan biomedik, serta pos makanan bergizi.

Di pos IMT, siswa akan diukur tinggi badan dan berat badannya. Mereka juga bisa berkonsultasi terkait hasil pemerikasan IMT-nya. Sementara di pos biomedik dan kesehatan, siswa akan melakukan cek tensi darah dan hemoglobin. Di akhir, siswa bisa mengambil makanan bergizi yang sudah disediakan.

Salah satu siswa SMAM 1 Fauziah Aini mengaku senang dengan adanya kegiatan seperti ini. Ia bisa melakukan cek IMT dan hemoglobin. “Ternyata HB saya rendah, berat badan juga kurang,” kata siswa kelas XII IPA tersebut. (ich)

 

Baca Juga :  FEB UNISMA Gelar Seminar Masterplan Keuangan Syariah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *