Elektabilitas Pilkada Batu Tinggi, ‘Sulit Diturunkan, Kecuali Ada Isu Negatif’

Infokampus.news, Malang – Laboratorium Politik dan Rekayasa Kebijakan (LaPoRa) hari ini menggelar pres conference terkait survey pilkada kota Batu yang akan digelar dalam waktu dekat. Mereka menemukan fakta di lapangan bahwa satu dari 4 calon yang telah ditetapkan untuk menjadi kandidat memiliki angka elektabilitas yang tinggi.

“Mencapai 63% pasangan calon ini elektabilitasnya, ini angka yang cukup tinggi dan perkiraan dari kami ya sulit turunnya ini,” papar Wawan Sobari Ph.D

Ia mengatakan dalam waktu yang kurang dari satu bulan ini, peluang untuk menurunkan elektabilitas akan sulit kecuali ada isu negatif yang membuat nama pasangan calon bercitra negatif.

“Sulit, kecuali kalau ada isu negatif yang mempengaruhi citra dari dua paslon tersebut,” tambahnya.

Elektabilitas Pilkada Batu Dipengaruhi 2 Faktor Utama

Menurutnya, elektabilitas 2 calon tersebut dipengaruhi karena figur mereka yang bagus di masyarakat. Karena mayoritas penduduk belum terlalu mementingkan program apa yang akan mereka usung saat menjabat nantinya.

“Elektabilitas ini sebenarnya dipengaruhi 2 faktor penting. Nah kalau paslon ini bagus figurnya dan disukai oleh masyarakat, jadi pas memang,” ungkapnya.

Faktor utama penentu paslon terpilih maupun memiliki elektabilitas tinggi adalah faktor kesukaan dan pepularitas calon di tengah masyarakat.

“Elektabilitas itu sama dengan popularitas ditambah like abilitas, atau potensi si paslon disukai oleh masyarakat,” pungkasnya. (pus)

Berita Terkait

  • Munculnya istri incumbent dan incumbent sebagai pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Batu, Dewanti dan Punjul, ternyata tidak membuat pasangan calon (paslon) lain minder. Nyatanya ada 4 paslon yang tetap melaju dalam Pilwali 2017. Hal ini menandakan bahwa demokrasi di wilayah ini telah berjalan dengan baik.
  • Menuju pilkada Kota Batu 2017 mendatang, tim dosen dari Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) menggelar workshop riset kepemiluan di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu, Kamis, 13 Oktober 2016. Tim terdiri dari Wawan Sobari, MA, Phd, Amin Heri Susanto, Lc, Phd, Faza Dhora Nailufar, S.IP, M.IP, dan 4 mahasiswa FISIP.

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Unhas Jadi Tuan Rumah PTN-BH 2017

Baru Tiga hari resmi jadi Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTN-BH), Unhas langsung menjadi tuan rumah Rakor PTN-BH 2017 se-Indonesia.

Close