Empat Alasan Freelancer Diminati Generasi Milenial Tahun 2020

INFOKAMPUS.NEWS – Pekerja lepas atau yang biasa kita kenal dengan Freelance merupakan seseorang yang bekerja sendiri dan tidak berkomitmen kepada majikan jangka panjang tertentu.

Di era milenial, generasi Y dan Z semakin diminati. kok bisa? terlihat dari hasil survei yang dilakukan Sribu Digital Kreatif (Sribu) perusahaan rintisan yang bergerak di bidang penyediaan jasa solusi konten dan pemasaran digital berbasis crowdsourcing.

Survei diadakan pada Januari 2020, melibatkan lebih dari 200 pekerja lepas yang telah melalui proses kurasi oleh tim Sribu dan berdomisili di berbagai kota di Indonesia, antara lain dari pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan NTB,

“Platform crowdsourcing seperti Sribu.com dan Sribulancer.com telah mempertemukan komunitas pekerja lepas dengan pemberi pekerjaan (Klien) dengan mudah dan cepat. menciptakan peluang bagi pemerataan dan kesetaraan.” Tutur Ryan Gondokusumo selaku CEO dan Founder Sribu.

Ryan menjelaskan dari hasil survei terlihat bahwa tren bekerja sebagai pekerja lepas semakin diminati di kalangan Gen Y dan Gen Z di Indonesia. sebanyak 65% dari keseluruhan responden survei berasal dari kelompok usia di bawah 30 tahun, sementara 27 persen berasal dari kelompok usia 30-40 tahun ke atas.

Fleskibilitas Waktu dan lokasi kerja 

Kesempatan kerja bagi para freelancer dari seluruh wilayah Indonesia. kesempatan kerja yang cenderung masih terpusat di kota-kota besar kini dapat diakses oleh kota-kota kecil dan pedesaan tanpa dibatasi oleh lokasi dan ruang kerja.

Memberikan kesempatan untuk menyalurkan minat dan bakat

Bekerja lepas memungkinkan untuk tetap memenuhi tanggung jawab lain di luar pekerjaan, misalnya mengurus keluarga dan keadaan fisik yang tidak memungkinkan untuk bekerja di luar rumah.

Bekerja lepas dipandang cukup janjikan secara penghasilan.

Besaran penghasilan bekerja secara lepas juga dianggap cukup menjanjikan dan bahkan tidak kalah dibandingkan dengan pekerjaan penuh waktu lain.  Bekerja lepas dapat menghasilkan setara atau melebihi upah minimum Regional (UMR) Sarjana di Jakarta. Pekerjaan lepas dipandang prospektif untuk ditekuni secara jangka panjang.

Peluang kerja tidak dibatasi gelar akademis 

Temuan survei menjelaskan jika terciptanya kesetaraan karena peluang kerja sebagai freelancer tidak dibatasi oleh gelar akademis, namun klien menilai berdasarkan kinerja, kualitas, dan etos kerja.

Namun demikian, prospek penghasilan yang menjanjikan dari freelancer ternyata membuat mayoritas responden mempertimbangkan untuk menjadikan pekerjaan ini sebagai pilihan karier yang dapat ditekuni dalam jangka panjang.

Sebanyak 95 persen dari responden survei menyatakan akan terus menekuni pekerjaan lepas. bahkan 53% respnden menyatakan berencana untuk menekuni pekerjaan ini selama lebih dari lima tahun yang akan datang. (Edt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *