Empat Mahasiswa UB Ini Buat Pupuk Alga Bernilai Ekonomis Dari Limbah Ikan Layang

Infokampus.news, Malang – Pengolahan limbah cair apabila kita buang tentunya mempunyai dampak yang buruk bagi lingkungan sekitar, tak terkecuali limbah ikan layang. Pengolahan ikan layang terbesar sendiri berada di daerah Muncar, Banyuwangi Jawa Timur yang menghasilkan limbah ikan layang cair pemindangan cukup melimpah. Dengan pengolahan limbah yang sangat besar, dirasa perlu dimanfaatkan salah satunya sebagai media pertumbuhan mikroalga.

Mikroalga sendiri merupakan mikroorganisme autotrof yang memanfaatkan energi, cahaya dan nutrisi anorganik. Mikroalga sendiri biasa di manfaatkan sebagai pakan alami ikan dan udang serta digunakan dalam bidang bioteknologi, farmasi, agrikultur dan lingkungan. Permasalahan yang ada saat ini, mahalnya pupuk (PA) Pro Analis menimbulkan permasalahan baru dalam kultur mikroalga seperti Dunaliella sp. Harga pupuk (PA) walne dijual cukup mahal yaitu berkisar Rp. 500-1000 /mL. Apabila pembudidaya mikroalga mengkultur dengan volume 1 ton maka biaya produksi untuk menghasilkan mikroalga sebesar 1 juta untuk pupuk saja.

BioFela Pupuk Organik Altermatif Berbahan Dasar Limbah Ikan Layang.

Untuk itu diperlukanlah suatu pupuk alternatif yang lebih terjangkau dan ekonomis. Atas permasalahan tersebut akhirnya empat  mahasiswa dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) yang terdiri dari Shilvia Astryanti, Okki Putriani, Arulia Zalni, dan Imanuddin Nur Rahman memberikan solusi yaitu BioFeLa, inovasi pupuk organik altermatif berbahan dasar limbah cair pengolahan ikan layang.

Dalam riset yang dilakukan keempat mahasiswa UB tersebut, berttujuan untuk mendapatkan nilai dosis pupuk layang terbaik dalam kultur mikroalga baik air tawar maupun laut yang memanfaatkan limbah cair pengolahan ikan layang yang terlebih dahulu melewati berbagai macam tahap filtrasi dan fermentasi limbah.  Sehingga tercipta pula suatu pupuk organik mikroalga yang ramah lingkungan serta bisa meningkatkan pertumbuhan serta kandungan gizi dari mikroalga yakni beta-karoten khususnya serta biomass, protein dan klorofil.

Seperti dilansir di Laman UB, BioFeLa ini sendiri merupakan hasil riset penelitian PKM lima Bidang yang didanai KEMRISTEKDIKTI tahun 2017. dan dari hasil riset lebih lanjut yang telah dilakukan, telah terbukti bahwa kandungan-kandungan yang ada di BioFeLa ini telah menunjukan bisa berkerja dan didapat kesimpulan bahwa pupuk layang sebagai solusi cerdas dalam pengganti pupuk. (uch)

 

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ini Daftar Prodi dan Jenis Ujian Seleksi Mandiri Pendidikan Vokasi UB Tahun 2017!

Jangan khawatir, masih banyak cara yang bisa Sobat tempuh salah satunya mengikuti Seleksi Mandiri Pendidikan Vokasi UB tahun 2017.

Close