Entrepreneur Day, Ternyata Wirausaha Fashion dan Kuliner Rajai Indonesia! Ingin Mencoba?

Infokampus.news, Malang – Dalam rangka Entrepreneur Day, Universitas Merdeka Malang menggelar bazaar, pameran dan juga seminar kewirausahaan hari ini (5/7). Selain untuk melatih mental kewirausahaan, para mahasiwa UNMER dari berbagai jurusan maupun semester hari ini dibekali dengan pengetahuan riil tentang dunia wirausaha.
“Skill maketing, mental mereka juga akan terlatih melalui bazaar dan pameran ini. Percuma kita menjual produk sebagus apapun kalau ga bisa jual ya percuma tidak akan laku,” ungkap Prof. Agus, Ketua LPPM UNMER Malang.
Pengetahuan mereka bisa semakin luas karena kali ini UNMER kembali menggandeng pihak Asosiasi Kuliner Indonesia untuk bekerjasama. Saat ditemui wartawan, Dody Triawan sekretaris Asosiasi Kuliner Indonesia mengajak mahasiswa untuk langsung terjun dalam dunia bisnis tanpa mengenal kata ‘nanti’.
“Jangan tunggu sampai semester 5 atau 6 atau berapa langsung saja berwirausaha. Karena di Malang ini prospek penjualan kuliner sangat tinggi, mungkin adik-adik bisa mulai dari jadi reseller. Mulai dari yang online tanpa modal misalnya itu juga sangat bagus, kalau di asosiasi kami penjualan online itu hal yang standar lah.” Ungkapnya.
Entrepreneur Day: Wirausaha Fashion dan Kuliner Rajai Indonesia, Ternyata Ini Sebabnya
Wirausaha fashion dan kuliner mampu merajai Indonesia karena 2 sektor ini mampu menyerap tenaga kerja paling besar dibanding sektor lainnya. Hal ini diungkapkan Kaprodi Pascasarjana Akuntansi di sela acara seminar UMKM Sektor Fashion yang digelar di gedung Pascasarjana siang ini.
“Banyak yang kami berikan dalam acara ini untuk para pegiat UMKM diantaranya strategi untuk mendapatkan modal bank, lalu penentuan harga jual dan banyak lagi.” Kata Kaprodi Prof. Diana Zuhroh pada wartawan.
Dirinya sendiri memberikan tips seputar penentuan harga jual yang baik, agar tidak salah perhitungan yang menyebabkan sebuah perusahaan bangkrut sedikit demi sedikit. Apalagi menurutnya bidang fashion ini terbilang unik karena tren yang berputar-putar dari waktu ke waktu.
“Biasanya hanya menghitung harga produksi lalu ditambah ingin untung berapa, nah lainnya tidak diperhitungkan bisa jadi lupa karena tidak di catat. Selain itu kami beri strategi penetapan harga juga ketika barang sedang tren dan tidak begitu, karena fashion ini cukup unik.” Pungkasnya. (Pus)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
peluang kerja di jepang
Masih Terbuka Lebar Peluang Kerja di Jepang, Kamu Berminat?

Peluang kerja di Jepang masih terbuka sangat lebar untuk para muda mudi dari seluruh penjuru dunia. Pasalnya diperkirakan di tahun...

Close