Fantastis! Ekonomi Kreatif Serap Tenaga Kerja Keempat Terbesar di Indonesia, Ini Harapan Anggota Komisi DPR X Untuk Pemuda Malang

Infokampus.news, Malang – Ekonomi kreatif serap tenaga kerja keempat terbesar di indonesia. Sistem ekonomi unik yang mulai digerakkan oleh para pemuda di Indonesia, terutama di kota Malang ini sudah berkembang sangat pesat. Potensi para pemuda kota Malang, termasuk mahasiswa ternyata memang sangat besar. Karena Malang merupakan kota pendidikan pertama di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Ridwan Hisjam, Anggota Komisi X DPR dalam acara Workshop Peningkatan Akses Pemodalan non-Perbankan untuk Pelaku Ekonomi Kreatif di Malang yang diselenggarakan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) hari ini (10/11).

“Ekonomi kreatif ini mampu berikan pengaruh pada peningkatan ekonomi di sebuah negara termasuk di Indonesia, tidak tanggung tanggung ya ini. Hasil data 5 tahun terakhir Ekonomi Kreatif serap tenaga kerja terbesar keempat di Indonesia,” tukasnya bangga.

Ekonomi Kreatif Harus Mulai Dilakukan Pemuda dan Mahasiswa, Jangan Hanya Melulu Memiliki Mindset Lulus Kuliah Jadi Pegawai

Saat ini pemerintah sudah mulai berupaya untuk memecahkan salah satu kendala ekonomi kreatif yakni permasalahan modal. Beberapa cara konvensional menurutnya masih belum tepat untuk mengatasi masalah ini.

“Seperti memberi bantuan ini itu, jangan – karena kita ingin mereka murni berusaha berwirausaha. Sedangkan kalau bantuan ini jadinya nanti seperti bantuan sosial, jangan nanti masyarakat tidak berkembang. Maka dari itu sekarang kami sedang godok undang-undangnya,” tambahnya.

Disamping itu, ia menghimbau para pemuda khususnya mahasiswa terus berpikir untuk menjadi seorang wirausaha. Meskipun ia juga menyadari sedari kecil pemuda Indonesia sudah ditanamkan hidup untuk menjadi pegawai. Namun untuk menghadapi beberapa tahun mendatang, mindset wirausahawan sudah harus dimiliki setiap individu.

“Di tahun 2020-2030 akan terjadi lonjakan tenaga kerja yang besar karena bonus demografi tapi kalau kalian tidak siap ini bukan bonus, tapi akan jadi beban demografi. Ini akan hancurkan negara kita,” tutupnya. (Pus)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pakar Ilmu Komunikasi Indonesia Rembuk Berbagai Isu Penting di Konsorsium ke-6 Ilmu Komunikasi se-Indonesia

Hari ini (9/11) para pakar dalam kajian ilmu komunikasi Indonesia berkumpul dalam acara Konsorsium Ilmu Komunikasi ke 6

Close