Fenomena Internet DI Indonesia Layaknya Dua Sisi Koin

Infokampus.news, Malang – Fenomena internet di Indonesia memang layak untuk dicermati oleh berbagai lapisan masyarakat. Hal tersebut bukannya tanpa alasan, saat ini internet sudah menjadi hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) penetrasi internet di Indonesia pada tahun 2016 mencapai 132 juta pengguna internet. Berdasarkan survey diatas dapat kita ketahui dari 256 juta penduduk Indonesia pada 2016 hampir setengahnya sudah terhubung akses internet.

Dalam teori Sociomateriality milik Wanda J. Orlikowski, Manusia dan teknologi komunikasi itu sudah menyatu, saling berinteraksi dan mempengaruhi satu dengan yang lain. Artinya, aktivitas sosial seorang manusia sudah tidak bisa lagi dipisahkan dengan teknologi komunikasi. Begitupun dengan interaksi komunikasi antar manusia.

Media Sosial Ciptakan Mass Self Communication

Staff ahli Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Prof. Henry Subaktio mengatakan, saat ini fenomena Komunikasi Digital dalam Media Sosial sudah menciptakan suatu Mass Self Communication. Mass Self Communication sendiri adalah suatu komunikasi di dunia digital yang bersifat interaktif dan setiap orang bisa mengirim suatu pesan dan bisa menentukan sendiri kepada siapa pesan itu di tujukan.

“Perkembangan Komunikasi di dunia digital sendiri menjadi salah satu faktur berkembangnya Hoax dan isu negative yang belum tentu bisa dipercaya kebenarannya. Karena yang isu Hoax tersebut biasanya berkembang dari interaksi person to person di media sosial, lalu menjadi isu hangat, diangkant oleh media, lalu kembali menjadi perbincangan khalayak, dan begitu terus. Apalagi di kultur masyarakat Idonesia yang suka ngrumpi, sebuah isu akan cepat menyebar menjadi Word of Mouth,” Ungkapnya saat ditemui di Universitas Brawijaya Beberapa Hari lalu

Fenomena Komunikasi Digital Buka Peluang Maraknya isu Hoax

Fenomena Komunikasi Digital berarti dapat diartikan layaknya sebuah koin, dimana koin sendiri mempunyai dua sisi yang berbeda begitu pula fenomena komuniasi digital. Di satu sisi akses informasi dan komunikasi makin mudah didapat, disatu sisi lain perkembangannya dan kebebasan berkomunikasi di dunia digital membuka peluang munculnya Media abal-abal, akun anonim, buzzer, berita hoax, dan propaganda disinformasi.

Masyarakat masih melihat sisi sensionalitas dari suatu isu yang tersebar luas di internet. Ketika mendapat informasi yang sensasional baik berupa teks atau meme, masyarakat gemar membagikan isu tersebut tanpa mencari tau kebenaran atau sumber informasi yang valid terkait isu tersebut.

Menurut Prof. Henry pula dalam kondisi tersebut maka terjadi suatu komunikasi 10 : 90. Dimana hasil penyebaran komunikasi itu, justru 90% dilakukan suka rela oleh masyarakat yang suka pada informasi palsu itu. Sedang pelaku komunikasi politik yang sesungguhnya hanya melakukan 10% saja.

Hasilnya, ketidaktahuan masyarakat yang menyebarkannya akan membuat isu tersebut diyakini oleh kelompok masyarakat lain menjadi suatu kebenaran. Yang parahnya lagi, akan menimbulkan kediaman bagi kelompok masyarakat sebenarnya tidak setuju ataupun sudah melakukan kroscek terhadap kebenaran isu guna menghindari konflik karena mayoritas masyarakat sudah termakan oleh isu palsu.

Oleh karena itu, skap kritis haruslah dipunyai oleh seluruh elemen masyarakat. Karena di era majunya fenomena komunikasi digital saat ini banyak yang sudah memanfaatkan pengunaan internet dalam kepentingan yang berbagai macam seperti kepentingan bisnis, politik, dan berbagai macam kepentingan lainnya. Suatu isu ataupun berita pun harus di telaah terlebih dahulu baik dari segi sumber, kualitas, serta isinya. Karena menjadi suatu pengguna internet pintar di Indonesia menjadi suatu keharusan pada zaman ini.

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Program Pascasarjana UMM Buka Pendaftaran Bagi 11 Program Magister

Pendaftaran untuk Program Pascasarjana UMM ini sendiri akan dibuka dalam dua periode, pada semester ganjil dan genap.

Close