Festival Integritas Kampus, KPK Tanamkan Nilai Anti Korupsi Pada Mahasiswa

Infokampus.news, Malang –  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Festival Integritas Kampus di Universitas Brawijaya (UB), Rabu, (30/11/2016). Kegiatan yang di gelar di Auditorium Nuswantara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ini sekaligus menjadi acara penganugerahan Lomba Kampanye Sosial yang sudah digelar bekerja sama dengan Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UB.

Baca Juga:

Selain penganugrahan, ada juga talkshow yang di hadiri oleh Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, DEKAN FISIP UB Prof. Unti Ludigdo, AK, serta pakar Kajian Komunikasi Korupsi Dr. Antoni.

Saut Situmorang mengatakan kegiatan kampanyebsosial yangxdilakukan para mahasiswa Ilmu Komunikasi UB ini sangatlah bagus dan layak untuk diberi apresiasi setinggi-tijgginya. Dirinya juga berpesan, hal yang bisa diambil dari lomba ini adalah prosesnya bukanlah hadiahnya.

“Hargailah prosesnya, resapi dan amalkan nilai-nilai anti korupsi yang selama ini sudah adek-adek rasakan selama membuat kampanye sosial ini. Dan terima kasih pula sudah menjadi pahlawan-pahlawan anti korupsi yang mengingatkan mahasiswa lainnya bahwabtindakan korupsi itu tidak baik,” paparnya.

INGATKAN PERILAKU KORUPSI ANGGARAN PROPOSAL, GERAKAN MALU MARK UP JUARAI FESTIVAL INTEGRITAS KAMPUS

Keluar sebagai pemenang Kampanye sosial Festival Integrasi Kampus 2016 ini adalah Gerakan Malu Mark-up. Kampanye sosial ini sendiri bertujuan untuk menyadarkan mahasiswa bahwa tindakan memalsukan anggaran pada proposal dengan maksud pencairan dana dari birokrat termasuk tindakan korupsi juga.

Perwakilan Tim .lgerakan malu mark up, Darwis mengatakan, tujuan dibuatnya kampanye sosial …m ini adalah untuk menyadarkan baik mahasiswa bahwa bertindak jujur merupakan hal utama yang harus diamalkan dalam kehidupan. Salah satunya dengan mark up anggaran, kejujuran diyakini mereka pasti akan mendatangkan rezeki pula.

“Mark Up anggaran sendiri bisa dikatakan korupsi kecil dalam kehidupan kampus. Diperlukan komunikasi yang baik antara mahasiswa dan birokrat untuk menemukan solusi terbaik terkait pendanaan, dan solusi terbaik tersebut bukanlah melakukan mark up anggaran pada proposal. Solusi terbaik yang bisa kami tawarkan adalah jalinan komunikasi yang baik dari antar pihak ,” Ungkap mahasiswa IKOM 2013 tersebut.

Penulis : Ucha

Foto : Ucha – Infokampus.news

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cegah Korupsi Sejak Dini, KPK dan FISIP UB Sepakat Berintegrasi

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang berharap integritas antara KPK dan Universitas Brawijaya (UB) akan terus berlangsung guna...

Close