FKH UB Buat Inovasi Terapi Kucing Obesitas

Infokampus.news, Malang – Kucing dikenal sebagai hewan yang digemari banyak masyarakat, namun banyak pemilik kucing yang tidak ingin kucing terus menerus melahirkan. Salah satu solusi pengendalian populasi kucing sendiri adalah menggunakan sterilisasi dengan mengangkat organ reproduksi, sehingga kucing tidak akan bereproduksi dan menurunkan penggunaan kolesterol sebagai hormon reproduksi.

Namun dampak dari sterilisasi tersebut adalah kucing menjadi kelebihan berat (obesitas) dan dampak terhadap kucing yang menderita obesitas memiliki resiko penyakit komplikasi metabolic seperti penyakit jantung, penyakit gangguan liver, diabetes mellitus, gagal ginjal dan osteoporosis sehingga akan membebani pemilik Kucing.

Peneliti FKH UB Inovasikan Terapi Kucing Obesitas

Dari Masalah diatas oleh karena itu Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB) melakukan sebuah penelitian inovasi terapi pada kucing Obesitas melalui terapi Sedot Lemak (Liposuction).Tim Penelitian yang terdiri atas drh. Fajar Shodiq Permata, M.Biotech, drh. Ajeng Aeka N., M.Sc dan drh. Dodik Prasetyo, M.Vet dibantu dengan sembilan mahasiswa FKH UB tingkat akhir melakukan penelitian pengaruh Sedot Lemak pada Kucing sebagai salah satu inovasi terapi untuk kucing obesitas dengan melihat beberapa parameter kimia darah terkait resiko beberapa penyakit metabolik.

Jaringan Lemak Abdomen Hasil Sedot Lemak (Dok : FKH UB)

Parameter resiko penyakit jantung melalui pemeriksaan kolesterol, lemak, HDL dan LDL. Parameter resiko penyakit gangguan liver melalui pemeriksaan ALT, ALP, Total Protein, Kadar Bilirubin dan GGT.  Parameter resiko penyakit Diabetes Mellitus seperti Kadar Glukosa, dan Enzim Amylase. Parameter resiko penyakit ginjal meliputi Kadar Ion Na+, ion K+, BUN, Kreatinin. Parameteri resiko penyakit osteoporosis yaitu Kadar Kalsium dan Fosfor.

Terapi Kucing Diharapkan Turunkan Resiko Penyakit Obesitas Pada Kucing

Metode Sedot Lemak yang digunakan berupa operasi pada daerah perut kucing dengan kucing dianestesi terlebih dahulu, kemudian lemak daerah perut diambil sebanyak 1% dari berat badan dengan sayatan yang pendek (1 cm). Pengukuran kimia darah dilakukan sebelum operasi sedot lemak, lalu 3 hari pasca operasi dan 10 hari pasca operasi dan 17 hari pasca operasi.

Hasil akhir Penelitian ini mengharapkan bahwa Terapi Sedot Lemak pada Kucing akan mampu menurunkan resiko penyakit komplikasi metabolik akibat obesitas pada Kucing selaku hewan Kesayangan di masyarakat. (uch)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Raih Peluang Kuliah Gratis di Korea dengan Beasiswa KGSP 2018!

Kali ini beasiswa KGSP ditujukan bagi lulusan SMA/sederajat yang ingin menempuh kuliah diploma atau sarjana di universitas-universitas Korea.

Close