Ini Pesawat Tanpa Awak Karya Mahasiswa UGM!

Infokampus.news – Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan pesawat tanpa awak serupa bahkan menjuarai kompetisi nasional. Pesawat tanpa awak yang dikembangkan tim Gadjah Mada Flying Riset Center (Gamaforce) UGM sukses menyabet juara umum dalam Kontes Robot Terbang Indonesia 2016 yang digelar di Universitas Lampung, 23-26 November lalu.

Dalam kontes tersebut, Gamaforce menurunkan empat robotnya, yaitu Fiachra Aeromapper, Rasayana Racing Plane, Gadjah Mada Fighting Capter, dan Aksa Biantara. Dari keempat robot tersebut, tiga robot berhasil meraih juara dalam tiga kategori berbeda.

Adalah robot Fiachra Aeromapper UGM berhasil meraih juara pertama dari kategori fixed wing dan menyabet penghargaan khusus sebagai robot dengan sistem terbaik. Berikutnya, robot Rasyana memperoleh juara dua dari kategori racing plane. Selanjutnya, robot Aksa Biantara menyabet juara pertama di kategori technology development.

“Persiapan kita lakukan sekitar 1 tahun akhirnya bisa meraih hasil yang maksimal,” kata ketua Tim Gamaforce, M. Aldika Biyanto, di sela-sela acara demo pesawat dalam konferensi pers di Lapangan Pancasila UGM, seperti dinukil dari laman UGM, Minggu (11/12/2016).

Pesawat rancangan tim Gamaforce ini layaknya pesawat UAV pada umumnya. Robot Fiachra Aeromapper merupakan UAV jenis fixed wing untuk pemantuan dan pemetaan wilayah. “Pesawat ini akan terbang secara auto untuk mengambil foto dan video steraming,” jelas Aldika.

Memiliki berat 4 kg karena badan pesawat terbuat dari material fiber composit. Dengan penggunaan material fiber composit menjadikan pesawat ini memiliki ketahan yang lebih kuat dibandingkan dengan pesawat lain berbahan styrofoam. Memiliki dua sayap dengan desain aerodinamis dengan lebar bentang sayap (wingspan) 2,45 meter.

“Pesawat ini menggunakan bateri berkapasitas 6.200mAh yang dapat terbang selama 30 menit,” tambah Lazuardi Ichsan, anggota pengembang robot Fiachra Aeromapper.

Lazuardi menambahkan pesawat monitoring ini merupakan jenis launcher. Pesawat akan dilontarkan dengan launcher sehingga akan terdorong ke atas lalu motor pesawat yang akan bekerja selanjutnya.

Menurut Lazuardi, pesawat yang mereka kembangkan selain stabil dan memiliki ketahanan terbang tinggi, juga memiliki wing loading kecil. Disamping itu, gimbal buatan sendiri, mudah dibongkar pasang, memiliki kontrol permukaan dan struktur sederhana serta menggunakan fully automated tracker untuk video streaming dan telemetri.

Sementara itu, pesawat Rasayana Racing Plane merupakan pesawat yang dirancang untuk menyelesaikan misi terbang cepat, aman dan akurat pada jalur misi. Memiliki spesifikasi berat 1,5 kg dengan panjang pesawat 1,1 meter dan panjang bentang sayap 1,2 meter. Badan pesawat terbuat dari material composite, sedangkan sayap dari foam core composite.

“Dilengkapi dengan baterai Li-Po Bonka 4s 1.200 mAh yang kuat terbang sampai 20 menit,” jelas salah satu pengembang Rasayana, Umar Fadhil Ramadhan.

Dalam KRTI 2016 kemarin, pesawat ini mampu menyelesaikan misi terbang sejauh 700 meter dengan catatan waktu 26,16 detik. Selanjutnya, kembali ke base secara cepat dan selamat.

Berikutnya, pesawat Aksa Biantara yang merupakan pesawat UAV berbentuk quadcopter juga berhasil dikembangkan oleh Gamaforce secara mandiri. Adapun teknologi yang dikembangkan secara mandiri meliputi flight controller, auto antenna tracker, dan ground control station.

Flight controller yang dikembangkan pada wahana quadcopter dengan kemampuan autonomous mode (tanpa kendali) seperti auto take-off, auto landing, waypoint autonomous, serta psition hold.

“Pengembangan flight controller ini adalah versi pertama kami. Ini akan terus dikembangkan hingga mengimbangi flight controller impor yang beredar dipasaran, bahkan dengan kualitas yang lebih baik,” kata Fransiskus Anindita Kristiawan PGS, tim pengembang Aksa Biantara.

Sementara itu, auto trackler merupakan alat untuk memaksimalkan kinerja antena pengarah untuk memenuhi misi, seperti pemantauan jarak jauh. Ground control station dibuat untuk mengembangkan interface kendali operator secara mandiri.

Baca Juga:

“Fitur yang telah dikembangkan antara lain map, live streaming video, auto antena tracker system, dan menampilkan data sensor pada wahana,” terangnya. (FAM)

 

Sumber: UGM

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UGM Kembangkan Melon Pengusir Nyamuk

Melon pengusir nyamuk ini memiliki aroma harum yang tidak disukai oleh nyamuk. Memiliki berat rata-rata 200-350 gram

Close