Geevv, Google-nya Indonesia Bermisi Sosial Besutan Mahasiswa

Infokampus.news – Hampir serupa dengan Google, Yahoo, maupun Bing, Geevv menjadi alternatif mesin pencari yang bisa membuat seseorang berpahala. Kok bisa? Tentu saja karena Geevv mengusung misi sosial dalam menangani permasalahan sosial. Tidak tanggung-tanggung 80 persen pendapatan Geevv yang diperoleh dari iklan akan didonasikan untuk program sosial seperti kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan. Menariknya mesin pencari Geevv adalah besutan mahasiswa Indonesia (UI).

Baca Juga:

Telah Digunakan Ribuan Orang dan Puluhan Ribu Kali Pencarian

Azka Asfari Silmi, salah satu anggota tim pengembang Geevv dari Universitas Indonesia (UI) mengatakan masyarakat dapat ikut berkontribusi dalam donasi tersebut dengan mengakses situs dan melakukan pencarian melalui search bar. Hebatnya lagi belum genap 3 bulan, situs ini telah digunakan oleh 7000 pengguna dan 70 ribu pencarian sejak diluncurkan September 2016 lalu. Hasilnya? Geevv berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 700 ribu.

Kerjasama dengan Yayasan Sosial

Bekerja dengan orientasi sosial memang banyak mendapat apresiasi. Terbukti tim Geevv telah menjalin kerjasama dengan salah satu yayasan sosial yang akan menjadi mitra pendistribusian donasi secara resmi, mulai tahun 2017. Geevv akan terus mempromosikan produknya melalui pendekatan dengan komunitas marketing dan blogger yang ingin memuat indeks situsnya di Geevv di samping melalui Social Media Distribution.

Indonesia Negara Pengguna Internet Terbesar

Salah satu alasan tim Geevv membuat mesin pencari ini tentunya bukan untuk menyaingi perusahaan raksasa Google hanya saja ingin menyediakan mesin pencari lokal untuk masyarakat Indonesia mengingat Indonesia adalah negara dengan pengguna internet terbesar. Maka keberadaan local search engine di Indonesia dapat bangkit kembali dengan keberadaan Geevv.

“Karena ternyata local search engine yang telah ada sebelumnya, itu ada yang shutdown dan nonaktif sekarang. Dan kebanyakan, setelah kita pelajari, kekurangannya adalah marketing, diferensiasi. Itu akhirnya kita memunculkan konsep sosial ini sebagai diferensiasi.” ujar Aska menutup percakapan,” seperti dikutip metrotvnews.com.

Penulis : Galuh Pandu – Infokampus.news

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bahasa Indonesia Digandrungi di Tiongkok, Ini Prospek Kerja Mahasiswa Jurusan Sastra China

Dari tahun ke tahun, peminat jurusan Bahasa Indonesia di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) terus meningkat. Tahun 2012 silam Atase Pendidikan...

Close