Gelar Rangkaian Kompetisi Olahraga “Game Of Thrones”, BEM UMM Edukasi Mahasiswa terkait Dunia Olahraga

Infokampus.news, Malang – Olahraga memang menjadi suatu kegiatan yang digemari banyak kalangan, baik orang tua maupun kaum muda. Tak terkecuali mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), banyak sekali mahasiswa UMM yang aktif di kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bertemakan olahraga. Melihat kondisi tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMM pun menggelar kegiatan lomba berbagai cabang olahraga yang bertajuk Game Of Thrones dari tanggal 11-18 Februari 2017.

Ditemui saat kegiatan penutupan, Ketua Pelaksana Game Of Thrones, Fauzan Robbani mengatakan bahwa tujuan diselenggarakannya kegiatan lomba ini adalah untuk mewadahi minat mahasiswa baik dari UMM sensiri maupun Luar UMM terhadap kompetisi dibidang olahraga dan loma akademis lainnya.
“Dengan bergulirnya kompetisi Game Of Thrones kurang lebih 1 minggu kemarin, saya harap dapat memunculkan jiwa kreatif dan kompetitif bagi para peserta yang mengikutinya,” Papar mahasiswa UMM tersebut.

Seminar Penanganan Cidera Olahraga dihadiri Oleh Ahli Fisiotrapi UMM

Selain itu, terkait seminar Penanganan Cidera Pada Olahraga yang diselenggarakan hari ini (18/2) di Sengkaling Convention Hall, Fauzan berharap peserta dapat edukasi yang baik terkait kehidupan atlet dan penanganannya jika mendapat cidera.

“Di seminar kami berikan edukasi terkait bagaimana seorang olahragawan menjalani aktivitasnya yang baik guna menghindari terkena cidera. Tapi bukan hanya itu, kami juga berikan edukasi langaung terkait penanganan cidera atlit langsung dari ahli Fisiotrapi yang hadir sebagai pemateri di seminar ini,” Ungkapnya.

Atlet Harus Cermati Langkah Pencegahan Cidera Ini

Dalam seminar tersebut hadir sebagai Pemateri, Dosen Fisioterapi UMM, Dimas Sondang Irawan, SST, Ft., M.Fis. pria yang akrab disapa Irawan ini menjelaskan, bahwa seorang olahragawan haruslah mengedepankan 3 faktor utama dalam mencegah terjadonya cidera. Ketiga faktor tersebut adalah,Faktor Primer, Sekunder, Dan tersier.
Faktor Primer sendiri dimaksudkan Irawan adalah berbentuk keingin tahuan atlet itu sendiri tentang sebab-sebab bisabterjadinya cedera. Menurutnya, atlet haruslah mempunyai banyak informasi terkait pencegahan dan penanganan cidera, bukan hanya tahu cara berolahraganya saja.

Faktor Sekunder dan tersier sendiri juga disampaikan Iraqan sebagai bentuk pemahaman diri atlet itu sensiri terkait kondisi tubuhnya, jika memang mengalami hal yang tidak normal, ada baiknya untuk mengkonsultasikannya ke pihak fisioterapi.

“Inti dari penanganan cidera ini sebetulnya adalah suatu awareness dari pihak atletnya sendiri. Olahragawan yang baik adalah seoarang yang mampu mengenali dirinya sendiri, sehingga dirinya mampu mengontrol kegiatannyabyang dirasa bisa beresiko menimbulkan cidera bagi tubuhnya,” Pesan Irawan. (uch)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ratusan Pengusaha Bongkar Kunci Sukses Bersama YDSF Malang

Gedung pascasarjana UNISMA dipadati oleh ratusan peserta seminar 'The Power of Arkanul Islam', yang digelar YDSF.

Close