Gelar Talkshow PR, Ilmu Komunikasi UB Datangkan Praktisi PR dari Malaysia

Infokampus.news, Malang – Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya (UB) baru saja menggelar talkshow bertajuk “Public Relation Practices in Two Countries “Indonesia-Malaysia”“. Talkshow tentang Public Relation (PR) ini membahas perkembangan praktik PR di dua negara, yaitu di Indonesia dan Malaysia. Bertempat di Auditorium Nuswantara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UB pada Rabu (16/5), jurusan Ilmu Komunikasi UB menghadirkan praktisi lintas negara untuk memberikan wawasan pada mahasiswa akan praktik PR di lingkungan kerja.

Talkshow ini menghadirkan pakar PR lintas negara, yaitu Shebley Hasan Abdul Majid (Executive Chairman Shebs PR Empire dari Malaysia), Irma Rifqayani, S.Ikom (Humas PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat), dan Rachmat Kriyantono, Ph.D (Dosen, Peneliti, Penulis Buku PR, Ilmu Komunikasi UB). Acara ini dipandu oleh Yuyun Agus Riani, S.Pd, M.Sc., dosen Ilmu Komunikasi UB.

Shebley Pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi UB : “Jangan berbohong, walaupun itu menyakiti!”

Menjadi seorang PR tentu memiliki kadar analisis yang tinggi untuk menyelesaikan berbagai konflik. Itulah yang dialami oleh Shebley selama 15 tahun bekerja sebagai praktisi PR.

“PR adalah bercakap-cakap 10-20%, sisanya adalah knowledge. Selama kamu tak punya knowledge maka fungsi PR tak berjalan.”, ungkap pria plontos yang kerap disapa Sheb ini.

Menurut Sheb, tugas PR adalah menjaga reputasi perusahaan dengan bersikap transparan.

“PR ini adalah orang terdepan dari sarikat  untuk menghadapi orang awam. Jangan ada hidden agenda dan hidden issue selama jadi PR. Jangan berbohong, walaupun itu menyakiti.”, kata Sheb diiringi tepuk tangan audiens. (sig)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

sig

sosiopat-satiris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
seleksi mandiri universitas brawijaya 2018
Begini Tahapan Seleksi Mandiri Universitas Brawijaya 2018/2019

Infokampus.news – Setelah melalui proses seleksi SNMPTN dan SBMPTN tidak ada salahnya jika para calon mahasiswa ikut kembali menyimak seleksi

Close