Generasi Muda Alami Degradasi Moral, Ini Komentar Menpora!

Infokampus.news, Malang – Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia Imam Nahrawi ditemu beberapa waktu lalu di sebuah acara di Universitas Islam Malang (UNISMA) mengakui moral pemuda indonesia pada era globalisasi ini mulai menurun seiring dengan masuknya budaya lain. Ia mengimbau pada seluruh mahasiswa UNISMA untuk menyeimbangkan antara prestasi dan juga keimanan serta ahlak yang baik untuk mengembalikan nilai moral pemuda yang mulai menurun.

“Tidak hanya tehnik secara akademis maupun prestasi saja, namun juga ahlak yang baik atau ahlaqul karimah itu harus selalu kita tingkatkan dalam setiap langkah kehidupan kita keduanya harus seimbang,” ujarnya.

Baca Juga :

Imam juga memberikan penekanan khusus tentang keseimbangan ini, dimana jika sejak muda kita mampu untuk menyeimbangkan dua aspek moral dan prestasi, maka masa depan yang baik akan mudah para pemuda raih.

“Keseimbangan ini penting, ketika hidip seimbang maka yang terjadi adalah kesatuan visi, misi, cita-cita dan prestasi masa depan gemilang kalian insyaallah akan mudah digapai.” Tuturnya kemudian.

Kembangkan Berbagai Cabang Olahraga, Agar Pemuda Lebih Aktif

Selain itu, ia menjelaskan adanya kenginan untuk mengembangkan beberapa cabang olahraga yang telah ada menjadi lebih baik dan juga lebih mudah diikuti oleh para pemuda.

“Bulu tangkis Indonesia dari dulu hingga sekarang sangat baik, seperti contoh sekarang Liliana – Tontowi. Namun kami ingin mengembangkan lebih lanjut lagi untuk cabang sepak bola, takraw, pencak silat, dan beberapa lainnya. Ini baru seklumit keinginan saya untuk olahraga di indonesia.” imbuhnya.

Ia menambahkan semoga pemuda Indonesia tidak hanya unggul dari satu bidang saja, namun mereka juga harus unggul di kancah dunia dalam bidang apapun.

Penulis : Irma

Foto : Irma – Infokampus.news

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Universitas Brawijaya Kurangi Kuota Mahasiswa Baru S-1

UB pada tahun akademik 2017/2018 bakal mengurangi kuota hingga menjadi 10.000 mahasiswa baru S-1 dan menambah kuota program magister

Close