Generasi Penerus Kesenian Kentrung

Infokampus.news, Malang – Kesenian kentrung mungkin saat ini sudah mulai banyak yang tidak mengerti dan pudar di kalangan masyarakat. Kesenian yang sarat akan pesan-pesan moral ini semakin tergusur oleh banyaknya hiburan-hiburan lain yang lebih instan.

Namun bukan berarti saat ini kesenian tersebut sudah tidak diminati oleh masyarakat. Buktinya pertunjukan salah satu penggian kesenian kentrung, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Blero yang bermarkas di Universitas Negeri Malang masih ramai penonton.

“Kentrung yang kami jalankan itu sebenarnya kentrung kreasi, jadi memang sengaja menyesuaikan dengan jaman. Mungkin Karena ada kesesuaian dengan selera orang-orang jaman sekarang ini ya alhamdulillah masih diminati,” kata Ketua umum Blero periode 2016, Ali Yafi.

Mulai Diminati Pemuda

Walau termasuk sebuah kesenian yang sudah mulai langka, namun setiap kali  pentas Yafi mengaku bahwa masih banyak penonton yang menikmati pertunjukan kentrung mereka. Tidak hanya itu, ternyata kesenian Kentrung ini juga sudah mulai merambah selera anak-anak muda.

“Ada beberapa mahasiswa dari Universitas Muhamadiah Malang yang kemarin datang dan diskusi tentang kesenian ini. Ada juga senior kami yang bekerja sebagai guru yang melatih ekstrakulikuler di sekolahnya,” ceritanya.

Dengan adanya teman seperjuangan itu, Yafi mengaku senang kesenian ini bisa mulai tumbuh lagi di Kota Malang. Sebelumnya, dia dan rekan-rekannya kerap kesulitan mencari referensi pertunjukan kesenian kentrung di Kota Malang. Bahkan untuk sekedar diskusi saja ia dan teman-temannya mengaku harus mencari teman diskusi hingga di luar Kota Malang.

“Dulu pernah nemu di daerah kabupaten seorang penggiat yang sesuai dengan karakter referensi yang kami cari, tapi dorangnya sudah tua. Kalau sekarang anak-anak muda sudah mulai tertarik, jadi senang Karena bisa jadi teman diskusi juga,” ujarnya. (Art)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mahasiswa STIKI Berhasil Ke Lolos Babak Final Kompetisi Dev+

Tim Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer Indonesia lolos ke babak final dalam ajang kompetisi mobile Dev+ 2017, tanggal 24 Maret...

Close