Generasi Strawberry , Mampukah Bertahan di Era Masa Mendatang?

Infokampus.news, Malang – Generasi strawberry adalah generasi yang lahir di tahun 2000 hingga di tahun ini, yang mana mereka merupakan generasi yang diperlakukan layaknya strawberry. Maksudnya generasi ini merupakan generasi yang terkesan terlalu ‘dimanja’ akibat efek over protective orang tua jaman sekarang yang terlalu khawatir terhadap pertumbuhan mereka.

Hal ini diungkapkan oleh Prof. Dr. Joko Suryono, guru besar Fakultas Sastra UM yang mempresentasikan makalahnya dalam kajian rutin yang digelar di gedung Pusat Pengkajian Pancasila sore ini (10/8).

“Ini akibat karena kelas menengah tumbuh luar biasa di indonesia, jadi anak mereka seperti stroberi indah bagus sangat dijaga dan dirawat, tapi hidup mereka berat kedepan. Karena mereka berhadapan dengan ‘puting beliung’ (re: tantangan kemajuan zaman yang tinggi),” Tukas dia.

Generasi Strawberry Waspada Gagal Bekerja Sebanyak 30%

Ia menyampaikan generasi ini patut waspada terhadap perkembangan zaman yang terus berkembang dengan pesat. Mereka harus berupaya untuk survive meskipun saat ini kondisi dirasa cukup stabil.

“Generasi sroberi ini diperkirakan 30% sulit cari kerja, karena nanti dia mau kerja sudah digantikan robot mau bikin lapangan kerja tidak dilatih sejak dini.” Ungkapnya.

Hal ini bisa saja diubah jika semua elemen masyarakat mau untuk berubah ke arah yang lebih baik. Dalam hal ini ia mengungkapkan generasi ini harus dididik dengan sistem yang benar dan mapan, bukan sistem pendidikan yang terlalu cepat berubah seperti sistem pendidikan di Indonesia saat ini.

“Bayangkan peraturan belum jalan, sudah berganti lagi. Yang kemarin masih terbengkalai sudah berubah lagi,” ungkap dia.

Lebih lanjut, ia menuturkan saat ini para orang tua seperti menyuruh anaknya untuk berlari kencang sekali lebih kencang dari pergerakan zaman ini sendiri.

“Kalau dibandingkan pendidikan Finlandia adalah terbaik, padahal mereka itu slow schooling, sekolah alam tidak seperti Indonesia yang tolak ukur kecerdasannya dari parameter capaian akademis semata. Bagaimana anak bisa berinovasi kalau sedang ‘berlari terbirit birit’?” Tandasnya. (Pus)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dengan Alat Temuan Mahasiswa Ini, Bawang Merah Bisa Bertahan Hingga Setengah Tahun

Bawang merah merupakan komoditi yang tidak bisa bertahan lama saat disimpan. Padahal, kebutuhan akan barang ini

Close