Go World Class University, UNISMA Datangkan Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan

INFOKAMPUS.NEWS – Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Azerbaijan, Prof. Dr. H. Husnan Bey Fananie, MA, memberi Kuliah Tamu bertema “Pendidikan Islam Multikultural dalam Perspektif Historis Sosiologis” (14/10).

 

Kuliah Tamu Duta Besar Indonesia untuk Azarbaijan

 

Kuliah tamu yang dihadiri oleh sekitar 700 mahasiswa Unisma ini bertempat di  Hall Abdurahman Wahid , Gedung Pascasarjana Lt.7 Universitas Islam Malang (Unisma).

Pada kesempatan tersebut, Rektor Unisma, Prof. Dr.H. Maskuri, M.Si. menyampaikan harapannya dari kegiatan kuliah tamu.

“Selamat datang di Unisma, Duta besar, beliau datang dari jauh dari Azerbaijan. Para Wakil Rektor, Dekan mahasiswa s1,s2,s3. Mudah-mudahan kehadiran beliau akan menambah motivasi jayanya Unisma NU yang menjadi lokomotif NU Indonesia.”

Selain mengucapkan banyak terima kasih kepada Duta Besar  untuk Azerbaijan, Rektor Unisma juga menjelaskan latar belakang Duta Besar untuk Azerbaijan, Prof. Dr. H. Husnan Bey Fananie, MA yang juga cucu dari  Pendiri Pondok Gontor yang ternama di Indonesia ini.

“Beliau mau mengikuti pendidikan, bahkan mau belajar di Belanda. Beliau bukan sekedar duta besar, tapi orator, juga politisi musisi dan vokalis. Multi talenta. Luar biasa. Hidupnya di pesantren. Santri pun bisa menjadi duta besar.” ungkapnya.

Baca Juga :  Kabupaten Malang Hadapi Industrialisasi, PP Otoda UB dan Rumah Keadilan Selenggarakan Diskusi Publik Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B)

“Unisma berbasis Islam NU sedang membangun, toleran terhadap berbagai macam perbedaan . Harus tetap kita jaga dengan baik dengan kajian2 multikultural. Maka Unisma akan menjadi lokomotif dalam rangka membawa Indonesia damai, toleran istiqhomah.”  lanjutnya.

“Alhamdulillah mahasiswa Unisma berasal dari 20 negara. InsyaAllah Unisma akan masuk ke World Class University. untuk itu terus mengembangkan sikap konfidensi (kepercayaan diri), meningkatkan kapasitas diri, kelembagaaan dan ummat. ” tandasnya.
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Azerbaijan, Prof. Dr. H. Husnan Bey Fananie, MA

Sementara itu, Prof. Dr. H. Husnan Bey Fananie, MA  menjelaskan tentang negara Azerbaijan dan menayangkan video tentang keindahan negara Azerbaijan. “Alhamdulillah saya empat tahun di Azerbaijan. Saya ditugasi Pak Jokowi selama 4 tahun di negeri Azerbaijan. Awalnya saya berpikir Azerbaijan negara mana? saat saya datang, baru saya tahu. Oh.. ternyata Azerbaijan itu ada di dekat Rusia.” ungkapnya.

“Alhamdulillah saya bisa menyelesaikan studi di pesantren. Setelah itu saya kuliah di Asia Selatan di Pakistan. Disana saya bertemu banyak orang lagi. Oh.. ternyata lain-lain karakternya. lain bangsa, lain pula kelebihannya. Ini yang paling penting terutama konsep pendidikan” lanjutnya.

Dalam kuliah tamunya, Duta Besar mengajak mahasiswa Unisma untuk tidak menyia-nyiakan kelebihan. “Bapak ibu sekalian ini menjadi sesuatu. setiap kita memiliki kelebihan, oleh karena itu jangan sia-siakan kelebihan kita. Dan segeralah tahu apa kelebihan kita. Kelebihan kita yang tahu kita sendiri. Tolong, dong lihat, kelebihan saya apa. tolong ketahuilah jati diri Anda. maka Anda akan mengetahui betapa banyak rahmat.”ajaknya.

Baca Juga :  Presiden Director Gotemba Shizouka Japan, Arai Nariyasu Berbagi Ilmu Personal Branding di Universitas Islam Malang

Selain itu, Duta Besar mengajak  mahasiswa Unisma untuk menjadikan kampus Unisma sebagai rumah kedua dan menjadikan Rektor dan dosen-dosennya seperti orangtua.

“ketika kita kecil, di rumah yang mendidik kita dari mulai bangun tidur itu orang tua kita. ibu bapak kita, kepala sekolah, rektor disitulah pelajaran akhlakul kharimah didapatkan. Disitulah madrasah menjadi penting. Unisma ini adalah kawah candra dimuka. tempat menbentuk karakter. Jadikan dia rumah. Madrasah ulah, Rumah. jadikan bapak rektor, dosen, orang tua kita yang kita jaga. kita hormati kita serap ilmunya. Jadikan kampus ini rumah kalian yang membentuk karakter kalian. Yang menjadikan budi pekerti anda terbentuk. Makanya saya katakan kampus ini kawah candradimuko. kalian digodok matang.” paparnya.  (Rfl)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *