Guru Besar UB, ‘Dicerca Adalah Alat Cermin Diri’

Infokampus.news, Malang – Tri Yuwono, salah seorang guru besar Universitas Brawijaya Malang (UB) memberi tanggapan tersendiri atas fenomena masyarakat Indonesia saat ini yang gemar mengolok orang atau kelompok tertentu. Ia mengatakan hal ini merupakan hal yang wajar dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang sangat majemuk.

“Ini sudah biasa ya terjadi di negara yang majemuk seperti ini, tinggal kita saja memposisikan diri dimana. Mau menjadi yang dicerca apa yang tercerca,” ujarnya saat ditemui dalam acara rembug budaya beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan justru hal yang seperti ini merupakan bumbu dari kehidupan sosial, dimana jika tidak ada pertikaian maka hidup akan terasa sangat hambar.

“Ya kalau tidak mencerca kan kita bukan manusia berarti. Kalau tidak ada yang mencerca kan tidak enak, begitupun gaada yang dicerca tidak enak. Inilah hidup,” tambahnya.

Opini Publik Cerminan Diri

Namun ia mencoba mengamati dari segi positif pertikaian masyarakat Indonesia saat ini, dimana cercaan sebenarnya bisa menjadi ‘cermin’ diri kita sendiri.

“Bisa jadi kalau kita tidak dicerca, kita tidak punya cermin untuk melihat bagaimana sih kita sebenarnya,” tuturnya kemudian.

Tri menyimpulkan pentingnya mengambil manfaat dari cercaan ini yang mana kita bisa melihat bagaimana orang lain menilai perilaku kita dalam kehidupan.

“Dan mungkin ketika kita dihina oleh masyarakat kita akan tau seperti apa sebenarnya diri kita, hingga kita mungkin bisa bertumbuh menjadi seseorang yang lebih baik di masa mendatang. Jangan sepelekan hal-hal yang kelihatannya tidak mengenakkan seperti ini,” pungkasnya. (Pus)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UGM Luncurkan Aplikasi Pemesanan Taksi!

UGM melalui PT. Gamatechno mengembangkan aplikasi pemesanan taksi online untuk armada taksi yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Close