Guru Besar UM Ini Ajak Waspadai Dampak Negatif Produk Kosmetik dan Farmasi Nanomaterial

INFOKAMPUSNEWS – Prof Dr Fauziatul Fajaroh MS sebagai Guru Besar FMIPA UM dalam bidang sains Universitas Negeri Malang (UM), Prof. Dr. Fauziatul Fajaroh, M.S. melakukan riset tentang nanomaterial dalam kehidupan manusia.

Dalam pidato pengukuhannya Prof. Dr. Fauziatul Fajaroh, M.S. menjelaskan mengenai “Kiprah Nanomaterial dalam Kehidupan Manusia dan Dampaknya”.

“Teknologi Nanomaterial ini sudah banyak diaplikasikan dalam kehidupan manusia dan sudah dikomersilkan di khalayak luas. Seperti industri farmasi, di bidang kesehatan untuk perban, makanan dan kosmetik sudah memakai teknologi ini karena sangat menguntungkan,” jelasnya.

“Nanomaterial adalah material yang memiliki struktur berdimensi sangat kecil. Yakni berkisar antara 1-100 nm (nanometer). Dalam perkembangannya, nanomaterial banyak ditemukan di berbagai bidang dan dalam kehidupan sehari-hari.

“Nanomaterial ini juga memiliki dampak positif dan negatif yang perlu juga dipikirkan untuk kehidupan anak cucu kita. Sehingga diperlukan pula penanggulangan dan pencegahan agar kehidupan kedepannya dapat lebih lestari,” ungkapnya.

 

“Di bidang kecantikan, kosmetik saat ini menggunakan nanomaterial. Bentuknya sangat kecil dengan ukuran sepermiliar ukuran rambut dan memilik sifat lebih unggul dibanding material lain karena kecilnya. Sehingga diyakini dapat masuk ke jaringan kulit lebih mudah,” paparnya.

Baca Juga :  Kominfo Larang 11 Data Ini Disebar di Media Sosial

Dosen kimia UM ini mengatakan, banyak produk yang menggunakan nanomaterial dilabelnya. Tak selamanya nanomaterial memiliki manfaat positif, karena juga berdampak negatif. Karena saking kecilnya, maka tidak boleh sembarangan dalam membuang sampahnya.

“Saking kecilnya, nanomaterial memiliki potensi paparan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Baik saat proses produksi, digunakan, maupun limbahnya. Usai memakai alat kesehatan, tidak boleh dibuang sembarangan. Harus ada tempat limbah khusus kimia. Sebab jika sampai perairan, ketika dimakan ikan, nanomaterial akan mengendap di otaknya. Sehingga berdampak ketika ikan dimakan manusia,” beber dosen berusia 55 tahun ini.

Diketahui partikel nanomaterial berdampak pada pernapasan, konsumsi, hingga penyerapan dimana ini terjadi melalui hewan tikus percobaan yang terkontaminasi.

“Untuk itu, industri harus mengedukasi produknya ke konsumen, termasuk pembuangan limbahnya. Sehingga masyarakat harus meningkatkan pengetahuannya,”ungkapnya.

“Penerapan prinsip kimia hijau dalam proses sintetis nanomaterial ini menjadi sebuah harapan agar teknologi ini semakin baik dan memberikan dampak sosial bagi masyarakat,”jelasnya.

Prof. Dr. Fauziatul Fajaroh, M.S. dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang Ilmu Kimia Material pada hari Senin (25/11) di Lantai 9 Graha Rektorat UM. Pengukuhan ini dipimpin oleh Prof. Dr. H. Sukowiyono, S.H., M.Hum selaku ketua Senat UM beserta para anggota Senat UM.   (Rfl)

 

Baca Juga :  Kominfo Larang 11 Data Ini Disebar di Media Sosial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *