Guru di Era MEA: Tingkatkan Mutu, Wawasan dan Karakter!

Infokampus.news, Malang – Memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), banyak hal yang perlu dilakukan untuk berbenah termasuk juga para guru di Indonesia. Itulah yang disampaikan Edy Mulyono, S.E, M.M, Kasubit akademik ditjen pembelajaran dan kemahasiswaan (belmawa) dalam seminar nasional Pendidikan Program Guru (PPG) yang digelar hari ini di Universitas Negeri Malang (UM).

Selain itu, ia juga membeberkan fakta tentang perubahan arus tenaga pendidikan dari beberapa tahun sebelum 2016 dan prediksi untuk beberapa tahun kedepan.

Baca Juga :

“Nah sekarang kita lihat dari tahun 2010-2014 untuk guru itu peluang yang terbuka lebar, tahun kemarin kemarin kita memang butuh guru banyak untuk mendidik anak-anak di wilayah 3T (Terdalam, Terluar, Terpencil). Sedangkan bisa kita lihat 2015-2019 yang disasar atau permintaan yang banyak adalah guru yang bermutu, berilmu dan berkarakter,” ujarnya.

MEA Semua Harus Lebih Baik, Agar Bangsa Tidak Tergerus Globalisasi

Ia menjelaskan sebanyak 4200 perguruan tinggi di Indonesia dengan 7 juta jumlah total mahasiswa aktif, negara Indonesia masih belum bisa memiliki lulusan yang kompeten dan berkarakter. Padahal, untuk melatih anak bangsa tidak hanya dibutuhkan kepandaian, namun juga sikap dan kepribadian yang baik untuk bekal mereka memimpin negara kelak.

“Kita ini sebagai tenaga pendidik, untuk pandai saja tidak cukup, kita harus punya karakter kebangsaan yang kuat dan baik untuk diajarkan kepada anak-anak bangsa ini, apalagi mereka yang sama sekali belum mengenal peradaban luar,” papar Edy.

“Kita harus mempunyai karakter yang bagus dulu, ketahanan, baru bisa dikatakan kompeten dan kalau perlu semua itu harus di tes agar kita bisa tau kalau tenaga pendidik kita itu benar-benar ahli,” tandasnya.

Penulis : Irma Puspita
Editor : Galuh Pandu

Foto : Irma – Infokampus.news

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dengan “ASAP”, Mahasiswa FILKOM UB Ubah Polusi Jadi Udara Bersih

Biasanya asap pembakaran sampah ataupun rokok merupakan sumber polusi udara. Namun mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawiaya (Filkom UB) justru...

Close