Hak Paten di Kalangan Akademisi Ternyata Sepenting Ini!

Infokampus.news, Malang – Hak paten di Indonesia memang masih kurang dilirik para akademisi dan para peneliti. Banyak peneliti dan juga akademisi yang dengan sukarela membagikan buah pikirannya untuk masyarakat luas, namun bagaimana jika ternyata yang menggunakan bukan masyarakat luas namun sebagian pihak yang memanipulasi untuk mendapatkan keuntungan materi semata?
Untuk itulah hak kekayaan intelektual (HAKI) dan hak paten memang harus menjadi langkah lanjutan bagi para peneliti dan akademisi setelah mereka berhasil melakukan penelitian. “Manfaatnya terlebih di perlindungan, misalnya teknologi akan terlindungi oleh paten dan tidak semua orang bisa menggunakan.” Tukas Juldin Bahriansyah S.T., M.Si., Kasubdit Evaluasi dan Kekayaan Intelektual Kemenristekdikti dalam Workshop Kekayaan Intelektual yang digelar hari ini hingga besok (26-27/11).
Dalam acara yang dihadiri dosen-dosen terpilih di seluruh Jawa Timur ini sebenarnya tidak hanya mensosialisasikan tentang hak paten saja. Namun Kemenristekdikti juga berupaya mendorong para dosen agar lebih semangat melakukan penelitian  lalu mematenkan karya tersebut.
“Tidak hanya produk ya jurnal juga bisa dipatenkan. Kalau pengajuan paten sudah 6-7 ribu tapi untuk akademisi kami tahun ini targetkan 290 paten. Tahun sebelumnya kami 250 saja,” tambahnya lagi.
Pengajuan paten sendiri saat ini terbilang sangat mudah. Pemohon tidak harus langsung mendatangi Kemenristekdikti namun bisa langsung menemui perwakilan sentra KI dan juga kanwil Kemenkumham terdekat.
“Selama ini kalau penjiplakan tidak ada tapi kalau sama banyak, nah kita yang bertugas menelusuri apakah ada kesamaan dengan berkas lain atau tidak. Jika sama boleh dibengkokkan atau diperdalam silahkan. Kadang pemohon merasa ini penemuan baru tapi ternyata sudah ada yang mendahului,” tukasnya.
Selain itu paten tidak hanya harus dipopulerkan di kalangan dosen dan para peneliti saja, namun mahasiswa juga sudah harus diberi pengetahuan detail mengenai HAKI dan Paten. Institut Teknologi Nasional Malang misalnya, sudah mulai secara continue mendoronf mahasiswa yang telah menemukan berbagai inovasi baru untuk segera mematenkan karyanya.
“Baik dosen maupun mahasiswa kami benar-benar perhatikan, kalau misalnya ada yang layak ya kita bantu untuk ajukan paten.” Papar rektor ITN Malang Dr. Lalu Mulyadi. (Pus)

Berita Terkait

  • Upaya meningkatkan guru Melek IT harus dilakukan untuk menghadapi revolusi industry 4.0 yang sudah di depan mata. Salah satunya dengan mengadakan pelatihan Informasi Teknologi (IT) untuk guru Matematika di Kabupaten Malang. Pelatihan ini bertujuan agar guru
  • Infokampus.news – Mahasiswa KKN Universitas Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) mengadakan penyuluhan kopi dan kakao di Dusun Kampung Baru Desa Ringinkembar kec. Sumbermanjing Wetan Kabuoaten Malang Selasa (07/08) lalu. Rangkaian kegiatan ini di mulai dengan penyampaian materi yang disampaikan oleh M. Basofi dan Vicky Effendi yang memilki komunitas kopi di Jombang dan bergerak di bdiang pengolahan kopi hingga pemasaran, Hal ini mereka lakukan sejak tahun 2015 hingga sekarang. Kegiatan ini diikuti oleh 25…
  • Infokampus.news - Tepat hari pertama masuk sekolah (16/7) mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Kanjuruhan Malang diberangkatkan. KKN yang merupakan salah satu tri dharma perguruan tinggi ini diikuti sebanyak 1.675 mahasiswa. Kegiatan yang diawali upacara pemberangkatan ini di pimpin langsung Dr. Pieter Sahertian, M.Si selaku Rektor. Dalam

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Roti Basi
Mahasiswa Ma Chung Raih Juara Berkat Roti Basi, Kok Bisa?

Infokampus.news - Berawal dari ide untuk memanfaatkan limbah makanan berupa roti afkiran alias roti basi agar tidak terbuang sia-sia, tiga orang

Close