Hal-hal yang Dipelajari Saat Kuliah Psikologi

Infokampus.news– Beberapa tahun belakangan ini jurusan psikologi menjadi salah satu jurusan yang banyak diminati oleh calon mahasiswa. Jurusan psikologi dibeberapa kampus seperti UI, UNPAD, UB, dan UGM, menjadi 5 prodi Soshum favorit pendaftar SBMPTN 2019.

Pasti banyak dari kita pernah berpikir bahwa mahasiswa psikologi pasti bisa membaca pikiran dan bisa menebak kepribadian seseorang. Hal tersebut banyak dijadikan alasan calon mahasiswa memilih jurusan psikologi. Alasan lain yang sering disalahpahami tentang belajar psikologi adalah terbebas dari ilmu matemaika.

Lalu sebenarnya apakah bisa mahasiswa psikologi membaca pikiran kita? Jawabannya adalah tidak. Belajar psikologi berarti kita mempelajari perilaku dari manusia itu sendiri, jadi yang bisa kita lihat adalah tingkah lakunya bukan pikirannya. Dan terkait dengan banyaknya calon mahasiswa yang memilih prodi Psikologi untuk menghindari matematika adalah salah satu pola pikir yang salah. Untuk itu kita perlu tahu sebenarnya apa yang dipelajari oleh mahasiswa jurusan psikologi.

  1. Psikologi Mempelajari Perilaku Manusia

Banyak pola pikir yang salah kaprah mengenai ilmu psikologi sama halnya belajar ilmu perdukunan yang bisa membaca pikiran dan memprediksi masa depan. Disini yang perlu diluruskan adalah psikologi mempelajari bagaimana seseorang berperilaku, alasan mengapa orang tersebut melakukan sebuah perilaku, kepribadian seseorang dan masih banyak lagi. Kesemuanya akan membentuk pola yang dapat dijadikan dasar untuk memprediksi perilaku yang akan muncul dari seseorang tersebut di masa depan. Namun hal ini tidak mutlak pastti terjadi karena pada dasarnya seseorang bisa saja berubah.

  1. Psikologi Juga menggunakan ilmu matematika
Baca Juga :  Prodi Psikologi UB Berhasil Tempati Rangking Pertama pada 5-Year Score Publikasi Ilmiah

Salah besar jika belajar psikologi bisa terlepas dari cabang ilmu matematika. Disini para mahasiswa psikologi dituntut untuk mampu membuat alat tes psikologi yang dasar kevaliditasannya menggunakan matematika. Memang yang dipergunakan tidak keseluruhan ilmu matematika dan hanya ilmu statistik saja namun tetap saja mahasiswa psikologi tidak bisa menghindari cabang ilmu iniloh.

  1. Psikolog berbeda dengan psikiater

Banyak yang beranggapan psikolog dan psikiater adalah profesi yang sama, namun faktanya keduanya berbeda. Psikolog sendiri merupakan sarjana dari magister profesi psikologi sedangkan psikiater adalah dokter spesialis kejiwaan. Lalu apakah yang membedakan keduanya? Psikolog akan membantu kliennya dengan proses terapi dan tidak disertai obat-obatan. Sedangkan psikiater yang memang basic-nya adalah dokter biasanya diberikan kewenangan dan keleluasaan memberikan obat-obatan yang diperlukan pasien.

  1. Psikogi juga mempelajari IPA

Memang kebanyakan prosi psikologi berasal dari rumpun Soshum, namun ada beberapa kampus seperti Unpad dan UNS yang menggolongkan prodi psikologi di rumpun Saintek. Hal ini dikarenakan psikologi juga mempelajari tetang biologi seperti otak, sisitem saraf dan lain sebagainya. Karena kita ketahui bahwa saat kita melakukan sesuatu pasti juga dipengaruhi oleh proses kerja otak dan biokimia yang ada di dalam tubuh kita. Jadi ilmu psikologi tidak bisa lepas dengan proses biologis dari seorang manusia. (Sil)

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *