Hebat!, Aplikasi Coass Mahasiswa UGM Akan Wakili ASEAN Di Kompetisi IBMC Amerika Serikat

Infokampus.news, Malang – Tim Startup bisnis yang terdiri dari 5 mahasiswa Universitas Gajah mada (UGM) berhasil membawa pulang gelar juara 1 dalam kompetisi ESPRIEX Business Model Competition yang diselenggarakan di Hall Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB). tim yang di komandoi oleh  Arief Faqihudin dan Silva Eliana ini menggondol gelar juara 1 setelah produk startup mereka yang bernama COASS berhasil menarik perhatian juri mengalahkan 4 pesaing produk startup dari negara lain. Dengan membawa pulang piala juara 1, artinya Aplikasi Coass Mahasiswa UGM ini akan mewakili dan membawa Nama Asean di kompetisi International Business Model Competition di Amerika Serikat.

Aplikasi Coass Bantu Pertemukan Pengguna Dengan Mahasiswa Profesi Dokter gigi

Coass sendiri merupakan sebuah startup dimana penguna akan dipertemukan dengan mahasiswa profesi dokter gigi atau ko-asistensi (ko-ass) terkait dengan kebutuhan yang berkaitan dengan kesehatan gigi. untuk jadwal pertemuan pun, bisa dikomunkasikan pengguna langsung kepada pihak ko-ass.

“COASS merupakan platform yang nantinya mempunyai kegunaan untul mempertemukan kebutuhan perawatan dan jadwal yang sesuai antara pasien dan mahasiswa ko-ass itu sendiri,” Ungkap Arief.

Tenaga Dokter Gigi Minim, Alasan Mahasiswa UGM ini Buat Aplikasi Coass

Coass sendiri dibentuk sebagai jawaban atas keresahan masyarakat terkait minimnya tenaga kedokteran gigi di Indonesia. dalam Pemaparan presentasinya, Silvia mengatakan hingga kini jumlah dokter gigi belum mampu memenuhi kuota standar kesehatan yang ditetapkan oleh WHO. Menurut WHO rasio ideal  jumlah dokter gigi dengan penduduk yaitu 1:2.000. Sementara keberadaan dokter gigi dibandingkan dengan jumlah penduduk masih di bawah rasio ideal yakni 1:22.000.

“Presentasi saat ini di Indonesia sudah tidak ideal, penyebarannya pun didominasi di Jawa saja, belum menyentuh daerah-daerah lain. Sementara itu, setiap tahunnya hanya ada tambahan sekitar 600 dokter gigi yang berhasil  diluluskan oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia,” Ungkapnya.

Aplikasi Coass Mahasiswa UGM Bisa Bantu Percepatan Lulusan dokter Gigi Di Indonesia

keterlambatan dalam pendidikan profesi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi lambatnya lulusan dokter gigi untuk menyelesaikan studinya. salah satu faktor yang mempengaruhi lambatnya penemuhan pendidikan profesi dokter gigi adalah mahasiswa ko-ass kesulitan mendapatkan profil pasien yang tepat sesuai kebutuhan atau persyaratan. selain itu, Kesulitan yang umum dialami adalah jadwal ko-ass yang tidak tepat dengan pemeriksaan pasien karena kegiatan pasien, sementara ko-ass dibatasi waktu. Masalah lain adalah pasien tidak memiliki cukup uang sehingga ko-ass harus membayar untuk menampung pengobatan.

“Dengan aplikasi Coass ini, kami berharap bisa menjadi suatu solusi bagi pasien dan mahasiswa ko-ass untuk sama-sama bertemu. Dengan begitu mahasiswa ko-ass dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu sehingga mendukung terwujdunya rasio ideal antara dokter gigi dan penduduk di Indonesia,” Jelasnya. (uch)

 

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Espriex, Business Model Competition Terbesar Se-ASEAN Hadir Lagi Di FIA UB

Jurusan Administrasi Bisnis Universitas Brawijaya (UB), hari ini menggelar kegiatan Espriex Business Model Competition.

Close