Hebat!, Buat Karya Plastik Ramah Lingkungan, Mahasiswa UB Sabet Emas Di Kompetisi IYAI 2017

Infokampus.news, Malang – Empat Mahasiswa Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (TI FT-UB) Berhasil meraih Prestasi Internasional. Empat mahasiswa yang tergabung dalam Tim B-PLASCOW (Biodegradable Plastic from Cow Rumen) berhasil mendapatkan penghargaan Gold Medal dalam kompetisi The 4th International Young Inventors Award (IYIA) yang diselenggarakan di Universitas Mercu Buana Jakarta, 22-24 September 2017. Tim B-PLASCOW terdiri dari Diezka Ahmad Al Hafidh, Kevin Aditya Pratama, Syaila Salsabila Faradis, dan Naila El’Arisie.

Kompetisi IYIA sendiri diselenggarakan oleh Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA) bekerjasama dengan Universitas Mercu Buana. Kompetsi IYAI ini juga diperuntukan guna memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional yang ke-22. Tak kurang dari 15 negara berpartisipasi dan 200 karya ditampilkan pada kompetisi ini.

Tim B-PLASCOW Buat Plastik Ramah Lingkungan Dari Rumen Sapi

Tim B-PLASCOW dalam kompetisi IYAI ini sendiri menghadirkan suatu karya plastik ramah lingkungan (bioplastik) yang terbuat dari rumen sapi. Alasan rumen sapi ini dipilih menjadi bahan bioplastik dikarenakan rumen sapi sebagai salah satu bahan organik yang dapat terurai. Hal ini disebabkan kandungan selulosa dan serat yang tinggi. Bukan hanya itu, rumen sapi yang berasal dari Rumah Potong Hewan (RPH)selama ini  penggunaannya dirasa masih belum optimal. Umumnya hanya dibuang ke sungai terdekat dan menyebabkan pencemaran.

“Bioplastik dari rumen sapi ini dapat terurai di ruang terbuka, baik di dalam tanah maupun air,” kata perwakilan Tim B-PLASCOW, Diezka Ahmad Al Hafidh seperti dilansir dalam laman UB.

Karya Mahasiswa UB Ini DIharpakan Jadi Solusi Masalah Limbah Ternak

Selain itu, Kelebihan lainnya dari rumen sapi yaitu limbah rumen sapi tidak hanya dapat terurai dengan mudah di tanah, tetapi juga dapat menyuburkan tanah tersebut. Aplikasi yang dapat diterapkan dari bioplastik B-PLASCOW ini contohnya adalah sebagai polybag tanaman.

“Nanti bioplastik itu bisa terurai dan melebur jadi pupuk bagi tanaman yang menggunakan polybag tersebut,” Ungkap Mahasiwa Asal Surabaya Tersebut.

DIharapkan, dengan hadirnya B-PLASCOW ini mampu menyelesaikan masalah limbah hewan ternak dan mengurangi pencemaran akibat plastik sintetis yang sulit terdegradrasi. (uch)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sengit, Seluruh Peserta Cabang Voli Olimpiade Brawijaya 2017 Unjuk Kebolehan di Hari Kedua!

Dalam pertadingan hari ke dua ini, Cabang voli masih menyajikan pertandingan-pertandingan seru layaknya pada hari pertama kemarin (26/9).

Close