HUT Kota Malang Ke-103, Pakar Tata Kota UB Harapkan Perencanaan Tata Kota Yang Konsisten

Infokampus.news, Malang -Masih terkait kondisi tata kota di Kota Malang, Pakar Tata Kota Universitas Brawijaya (UB), Aris Subagiyo, ST., MT., juga menyoroti terkait dengan kawasan sempadan sungai di Kota Malang yang saat ini justru menjadi salah satu kawasan yang menyebabkan beberapa bencana alam terjadi. hal ini disebabkan oleh banyaknya masyarakat yang memakai daerah sempadan sungai untuk dijadikan wilayah pemukiman dan setelah diteliti lebih lanjut umumnya mereka itu justru datang dari kalangan pendatang.

“Tokoh masyarakat Malang pernah bercerita ke saya bahwa dahulu luas salah satu sungai di Malang itu sebesar 5 meter, sekarang itu dengan adanya pemukiman di sempadan sungai luas sungai berkurang menjadi 1,8 meter,”

Saat ini, Sebesar kurang lebih 42,58 Hektar lahan di sempadan sungai yang harusnya bisa berfungsi sebagai kawasan perlindungan setempat berupa RTH. namun, dengan banyaknya masyarakat yang tinggal di kawasan sempadan sungai ini menyebabkan makin berkuangnya lahan yang bisa dimanfaatkan pemerintah kota untuk membangun RTH. Terukti sampai saat ini, di kawasan yang seharusnya berfungsi sebagai kawasan perlindungan setempat berupa RTH terdapat bangunan rumah sejumlah kurang lebih 2058 unit rumah yang melanggar garis sempadan sungai.

“Ini memang menjadi PR dari pemerintah untuk menertibkan kawasan-kawasan di garis sempadan sungai ini. karena hal tersebut juga menyebabkan penyempitan sungai yang bisa menjadi salah satu faktor dari terjadinya banjir yang saat ini mulai marak terjadi di Malang,” Papar pria yang juga menjadi Dosen PWK UB tersebut.

Perlu Penataan Lebih Lanjut Terkait  Kawasan Kumuh Guna Mencapai Target KotaKu Di Tahun 2019

Selain itu, dirinya juga menyoroti penataan kawasan kumuh yang saat ini masih terdapat di Kota Malang. sebaran lokasi permukiman kumuh cenderung berada di kawasan bantaran sungai dan rel di 29 kelurahan di Kota Malang dengan luasan mencapai kurang lebih 608 Hektar. Ini juga menjadi tantangan bagi kota Malang terkait program pemerintah pusat yang saat ini sedang menggalakkan program Kota Tanpa Kumuh (KotaKu). KotaKu sendiri merupakan program pemerintah untuk menata kembli kawasan kumuh agar tercapai target 100-0-100 atau 100 persen akses air bersih, nol persen kawasan kumuh dan 100 persen akses sanitasi.

“Ini memang tantangan yang harus dihadapi pemerintah kota Malang untuk menata kawasan kumuh di perkotaan guna tercapainya program KotaKu di tahun 2019 nanti. Apalagi program KotaKu ini memang menjadi programm unggulan pemerintahaan Presiden Jokowi. jadi, Sepertinya Pemkot malang harus segera merancang penataan wilayah terbaik untuk 608 hektar kawasan kumuhnya,” Jelasnya.

Pemkot Malang Harus Konsisten Dalam Menjalankan Perencanaan Program Tata Ruang Kota

Terakhir Dalam Rangka HUT Kota Malang Ke-103, Harapan Aris perencanaan Tata Ruang Kota bisa menjadi panglima pembangunan di Kota Malang. Pelaksanaannya pun menurutnya haruslah konsisten. Serta diperlukan ketegasan dari pemkot dalam menjalankan program perencanaan pembangunan nantinya.

“Jadi jika kawasan yang memang diperuntukan untuk pemukiman, ya dimanfaatkan sebagai pemukiman. Diperlukan juga tentunya ketegasan dari pemkot da partisipasi masyarakat guna membuat tata ruang kota yang sesuai. Jika semua konsisten dan tidak ada pelanggaran, maka akan mudah tercapai kota yang baik dan bagus pula,” Ungkapnya. (uch)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Memasuki Tahun ke 103, Ini Salah Satu PR Kota Malang Menurut Pakar Tata Kota UB

Infokampus.news, Malang - Diungkapkan Pakar Tata Kota UB, Kota Malang masih punya pekerjan besar berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan

Close