ICLS and Colloqiuim: Tingkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia, Belajar dari Negeri Sakura

Infokampus.news, Malang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar International Conference on Lesson Study (ICLS) and Colloquium Studi di Teater Dome UMM, Kamis, 3 November 2016. Konferensi internasional kali kedua yang dilaksanakn di Indonesia ini memaparkan tentang pola belajar yang menyenangkan dan out of the box serta diikuti oleh lebih dari 10 negara di dunia meliputi Amerika, Rumanian, Indonesia, Singapura, Thailand, Fillipina, Jepang, India, dan sejumlah negara Asia lain. Nur Widodo ketua pelaksana ICLS menyebut bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Indonesia.

“Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran untuk memenuhi hak kualitas didik sehingga para pegiat lesson study bisa memberikan sumbangan pada peningkatan kualitas pembelajaran di Indonesia,” kata Nur Widodo di tengah konferensi berlangsung.

Lesson Study sebagi Pembelajaran yang Menekankan pada Kolaborasi

Sementara itu, Founder Lesson Study for Learning Community (LCLS) Prof. Manabu Sato asal Jepang menjelaskan secara rinci penerapan lesson study dalam pembelajaran. Berkaca dari negeri Sakura, pembelajaran pada siswa tidak menggunakan cara monolog ataupun dialog saja, namun siswa sebagai subyek berkolaborasi dengan guru, pakar pendidikan, dan lain-lain agar mendapat pengalaman belajar yang menyenangkan.

Baca Juga :

“Siswa bekerja secara kolaboratif mengembangkan rencana perangkat pembelajaran, melakukan observasi, refleksi, dan revisi, serta menekankan pada pembelajaran learning relationship adalah inti dari pembelajaran lesson study,” jelas Prof. Manabu Sato yang juga berasal dari Gakushuin University.

47 Perguruan Tinggi Indonesia menerapkan Lesson Study

Pembelajaran lesson study ini tidak hanya diterapkan pada pelajar sekolah namun juga perguruan tinggi. Di Indonesia, ada sebanyak 47 perguruan tinggi yang sudah menerapkan pembelajaran berbasis lesson study, sedangkan yang berpartisipasi dalam konferensi ini hanya 25 perguruan tinggi saja karena sifatnya yang terbatas.

Selain presentasi pemakalah yang dilaksanakan pada Asosiasi Lesson Study Indonesia (ALSI) kemarin (2/11), konferensi dilanjutkan dengan seminar dan menghadirkan sejumlah keynote speaker diantaranya President WALS Prof. Christine Lee PhD, pendiri LSLC Prof. Manabu Sato, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud RI Hamid Muhammad Msc., PhD, Japan International Cooperation Agency (JICA) Expert Ryo Suzuki, serta President ALSI Sumar Hendayana.

Penulis : Galuh Pandu

Foto : Galuh – Infokampus.news

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Menyongsong MEA, Direktorat Asean-Indonesia : Identitas Bangsa Harus Kuat
Menyongsong MEA, Direktorat Asean-Indonesia : Identitas Bangsa Harus Kuat

Menguatkan identitas diri dalam keberagaman budaya pada tiap negara di ASEAN menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi masing-masing negara di...

Close