Ikuti Perkembangan Industri 4.0, Iniloh PTN yang Buka Prodi Baru Sesuai Passion Kamu!

Infokampus.news – Dalam penerimaan mahasiswa baru tahun ini, sejumlah kampus membuka program studi (Prodi) baru. mengikuti perkembangan industri 4.0, Institut Teknologi Bandung (ITB) membuka program teknologi media digital dan game.

Wakil rektor Bidang Akademik dan kemahasiswaan ITB Bermawi Priyatna Iskandar menjelaskan, program tersebut merupakan opsi di prodi informatika. tujuannya ialah memenuhi kebutuhan kompetensi dalam bidang teknologi digital yang terus berkembang pesat.

Daya Tampung ITB 2019

“jadi untuk pendidikan dan juga bisa untuk hobi” ungkapnya.

Sejumlah kampus lain yang turut juga membuka prodi baru salah satunya Universitas Indonesia (UI). kepala kantor Humas dan Keterbukaan informasi publik (KIP) UI Rifellu Dewi Astuti menyatakan, tahun ini kampusnya hanya membuka satu prodi baru untuk S-1. Prodi itu adalah kedokteran gigi untuk kelas Internasional.

ui

“Namun, yang S-2 ada beberapa yang baru,” ujarnya.

Rifelly mengatakan, untuk jenjang magister, program yang baru adalah magister manajemen (MM) aviation dan MM manajemen penerbangan. menurut dia, program S-2 tersebut disesuaikan dengan kondisi kekinian.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya juga demikian. Mereka membuka prodi teknologi permainan, telematika, sistem real time, dan rekayasa jaringan. Program tersebut dibuka tahun lalu.

Baca Juga :  Selain Internship Program, UWG Ajak Mahasiswa UTHM Mengenal Budaya Kota Malang

“Kami menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Khususnya menghadapi revolusi industri 4.0. Sehingga nanti kami memiliki big data, inteligensi artifisial, dan sebagainya,” kata Direktur Akademik ITS Siti Machmudah.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Budi Prasetyo Widyobroto mengingatkan calon pendaftar SBM PTN agar lebih berhati-hati. Dia menegaskan bahwa data seperti nomor handphone atau bahkan nilai ujian tulis berbasis komputer (UTBK) sejatinya harus dirahasiakan. Tujuannya, menghindari praktik penipuan.

“Sebab, bisa dihubungi orang lain, kemudian mengaku-ngaku bisa memasukkan ke perguruan tinggi tertentu,” tuturnya. Padahal, orang tersebut merupakan komplotan penipu yang kerap memanfaatkan momentum SBMPTN untuk meraih keuntungan. Budi berharap pelamar mengikuti proses pendaftaran sesuai dengan ketentuan. (Jul)

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *