Impor Guru Besar? Rektor UM: No Worry

Infokampus.news, Malang – Wacana ‘Impor’ guru besar asing pada tahun 2017 mendatang oleh Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) disambut positif oleh Rektor Universitas Negeri Malang (UM), Prof. Dr. M Rofiudin. Ia antusias terhadap wacana kedatangan 500 guru besar asing ke Indoensia. Menurutnya kedatangan guru besar tersebut akan membantu Indonesia mengejar ketertinggalan.

“Sangat bagus, ini wacana yang penting untuk negeri kita kan mereka nanti bersama membangun negeri kita ini dan membantu mengejar ketertinggalan,” kata Roifudin saat ditemui Infokampus dalam pembukaan Gedung Fakultas Ilmu Sosial UM Kamis siang ini, Kamis, 3 November 2016.

Ia menilai bahwa guru besar tersebut akan menjadi sparing partner bagi dosen maupun guru besar di Indonesia, agar saling berkompetisi secara sehat. Didukung dengan fasilitas pemerintah yang memadai menunjang kemajuan pendidikan di Indonesia.

Harapkan Peningkatan Produktivitas, Bukan Tandingan, Jadi ‘No Worry

Ia juga nantinya menjelaskan setiap guru besar di Indonesia akan difasilitasi sama dengan guru besar asing, untuk langkah awal sekaligus tahap percobaan. Nantinya kementerian akan melihat bagaimana hasi produktivitas dari setiap individu dengan adanya kebijakan baru seperti ini. Kedatang guru besar asing menurutnya juga bukan merupakan ancaman bagi guru besar Indonesia, justru akan menjadi cambuk semangat peningkatan kualitas pendidikan tanah air.

“Setiap guru besar nanti difasilitasi sama seperti guru besar asing, jadi mereka tinggal memanfaatkan segala yang ada. Kalau untuk khawatir guru besar kita semakin mundur, no worry ya, karena guru besar kita sudah matang kok. Jadi kita harapkan dengan ini mereka semacam tercambuk,” pungkasnya.

Penulis : Irma Puspita
Editor : Galuh Pandu

Foto : Irma – Infokampus.news

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Bersaing di MEA, Anak Muda Indonesia Harus Inisiatif!
Bersaing di MEA, Anak Muda Indonesia Harus Inisiatif!

Kemandirian masyarakat Indonesia belum setara dengan negara ASEAN lain. Founder Brandpartner Indonesia Anthony Soehartono berpendapat, masyarakat Indonesia harus lebih didorong...

Close