Indonesia Harus Bersiap Hadapi Bencana Demografi

Infokampus.news– Dalam waktu lima tahun kedepan, Indonesia diprediksikan akan mengalami kenaikan pertumbuhan penduduk. Jika sumber daya manusia yang ada di Indonesia kurang berkualitas dikhawatirkan akan terjadi bencana demografi. Hal ini juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Brawijaya pada kesempatan kuliah perdana mahasiswa baru 2019/2020 pada hari Senin 19 Agustus 2019 yang bertempat di Samantha Krida.

“Indonesia tengah bersiap menghadapi bonus demografi, itu akan menjadi berkah jika SDM generasi usia produktif memiliki kualitas dan mutu yang mumpuni. Sebaliknya, jika SDMnya memiliki kualitas yang kurang, maka kita akan mengalami bencana demografi.” kata Dekan FEB UB, Nurcholis, SE, M.Bus (Acc).,Ak.,Ph.D kepada 1900 mahasiswa baru.

Menurutnya bonus demografi pasti terjadi pada suatu negara. Selain di Indonesia bonus demografi juga terjadi pada negara-negara lain seperti Rusia, China, Taiwan, dan Malaysia. Maka dari itu bonus demografi harus kita kelola dengan baik , agar antara kuantitas dan kualitas SDM dapat berjalan seimbang, sehingga pertumbuhan di Indonesia dapat berjalan dengan baik.

Baca Juga :  Kampus Unikama Bakal Terima 2000 Mahasiswa Baru di Tahun 2022

“Bonus demografi terdiri generasi milenial generasi Z yang merupakan digital native. Katanya generasi tersebut jago multitasking, manusia serba bisa. Harapannya benar-benar seperti itu. Agar nantinya bisa menjadi bagian dari bonus demografi yang membawa berkah.” lanjutnya.

Sejalan dengan yang disampaikan Nurcholis selaku Dekan FEB UB, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Prof. Achmad Erani Yustika mengatakan bahwa kualitas SDM yang rendah pada bonus demografi akan memberikan dampak negatif bagi negara, pasalnya penduduk–penduduk yang tidak memiliki keahlian atau ketrampilan khusus hanya akan menjadi beban bagi negara.

“Asumsinya, negara tidak akan bisa melaju dengan cepat, karena menanggung mereka yang masuk pada kategori usia produktif namun tidak mampu bersaing karena tak memiliki kualitas yang dibutuhkan pada era digital seperti ini.” ungkapnya.

Masih menurut Prof. Achmad Erani, banyaknya kuantitas penduduk di Indonesia jika tidak diimbangi dengan kualitas penduduk menyebabkan tidak terpenuhinya Indeks Pembangunan Manusia. Namun saat ini Indonesia sedang menuju kepada pemerataan IPM di seluruh wilayah.

“Tidak ada satu pun Provinsi di Indonesia yang IPM nya dibawah 70, semuanya diatas 70. Bahkan ada yang mendekati 80. Ini artinya Indonesia punya potensi besar untuk mendapatkan berkah demografi. Namun, Indonesia masih memiliki kendala krusial yakni stunting pada balita yang angkanya masih tinggi.” imbuhnya.

Baca Juga :  Kominfo Larang 11 Data Ini Disebar di Media Sosial

Oleh karena itu perlunya dilakukan sejumlah perbaikan di berbagai bidang, utamanya pendidikan dan kesehatan demi tercapainya keseimbangan bonus demografi sehingga bonus demografi yang terjadi di Indonesia dapat membawa dampak positif bagi pertumbuhan di Indonesia. (Nad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *