Ini Dia Peringkat UB Versi Ristekdikti, Dijamin Gak Nyesel Kuliah di UB!

Infokampus.news – Siapa sih sekarang yang tidak kenal Universitas Brawijaya? Universitas Brawijaya (UB) adalah salah satu perguruan tinggi negeri favorit di Indonesia. Peminatnya selalu meningkat setiap tahunnya. Dengan peningkatan kuantitas yang seolah tiada hentinya, UB pun melakukan suatu upaya agar kuantitas tersebut diimbangi oleh kualitas yang tinggi pula. Tak heran, nama UB pun berlalu lalang di deretan teratas situs-situs pemeringkatan universitas baik dalam skala nasional maupun internasional. Kali ini, peringkat UB  berada di posisi ke-8 versi kelembagaan Ristekdikti. Apa sih yang membuat UB begitu diminati dan wajib jadi opsi kalian saat memilih perguruan tinggi?

Delapan dari Atas, Peringkat UB di Mata Objektif Ristekdikti

Universitas Brawijaya telah berdiri sejak puluhan tahun lamanya. Perkembangannya pun terhitung tidak instan, sebab semula UB berdiri sebagai perguruan tinggi swasta sebelum menjadi perguruan tinggi negeri seperti yang kita kenal saat ini. Perubahan status demi status memang harus diawali dengan perubahan kualitas baik dalam bidang akademi. Tahun 2017, UB menduduki peringkat 8 versi Ristekdikti. Peringkat UB kali ini menunjukkan penurunan tiga tangga dari peringkat tahun sebelumnya, yakni peringkat 5. Dilansir dari JatimTimes.com, penurunan peringkat ini disinyalir oleh Rektor UB Prof Moch Bisri karena indikator penilaian yang diberikan Kemenristek Dikti terhadap perguruan tinggi di suluruh Indonesia semakin rinci. Diklarifikasi oleh Ketua Bidang Pemeringkatan Internasional Pusat Jaminan Mutu UB Adharul Muttaqin, secara garis besar ada empat penilaian dalam pemeringkatan tahun ini yakni SDM, akreditasi institusi, kemahasiswaan dan penelitian dan pengabdian. Ia membeberkan dari keempat indikator tersebut dua diantaranya UB tidak berhasil masuk peringkat 10 besar. Indikator yang dimaksud adalah SDM dan akreditasi. Meski secara institusi UB sudah berakreditasi A dari BAN-PT rupanya itu tidak cukup. Sebab, ada banyak program studi baru di UB yang belum memperoleh akreditasi, yang artinya masih terakreditasi C. Untuk meningkatkan kembali peringkat yang sempat merosot, Rektor UB Prof. Bisri telah menyiapkan rencana yang akan dilakukannya bersama civitas akademika UB. Dirinya meminta kepada tim untuk melakukan pendataan yang lebih baik lagi terhadap segala prestasi dan potensi yang dimiliki UB agar semua potensi terbaca secara menyeluruh. Mengenai akreditasi, Bisri mendorong agar program studi baru untuk segera melakukan akreditasi dengan target akreditasi A.

Mengapa UB?

Keberhasilan UB dalam meraih nama besar yang kini familiar di telinga seluruh warga Indonesia tak lepas dari partisipasi aktif para civitas akademika serta pihak-pihak yang eksis di sekitar kampus UB. Salah satu keunggulan dari UB adalah sistem pengajaran yang universal, tidak menitikberatkan pada salah satu kebudayaan lokal (Jawa), mengingat dosen dan mahasiswanya berasal dari berbagai daerah. Hal ini bukan berarti pula UB telah menanggalkan kebudayaan daerah, terbukti dengan terhimpunnya mahasiswa luar Malang dalam forum daerah (FORDA) masing-masing untuk saling berkumpul dengan melestarikan bahasa dan budaya masing-masing. Selain itu, eksistensi UB seolah didukung sedemikian rupa oleh lingkungan sekitar. Pertama, UB terletak di Kota Malang yang sejuk dan nyaman serta biaya hidup yang tak terlalu menguras dompet. Kedua, di Kota Malang sendiri, UB termasuk berada di lokasi yang sangat strategis nan mudah terjangkau baik oleh angkutan umum maupun kendaraan pribadi. Secara fasilitas, UB benar-benar siap menjadi pusat kehidupan perkuliahan. Terdapat gedung kuliah dan gedung serbaguna yang dilengkapi dengan fasilitas umum dalam kondisi layak pakai. Terdapat pula sarana umum di dalam lingkungan kampus seperti bank, ATM, tempat ibadah, dan lain sebagainya. Yang jelas, tidak ada ruginya berkuliah di UB, asal Sobat FoKus bisa memanfaatkan dengan baik semua fasilitas yang ada! (him)

Berita Terkait

  • Ditemui saat menghadiri MoU dengan salah satu perusahaan rekanan Universitas Brawijaya Malang (UB), Rektor UB Prof. Dr. H. Bisri, MS menampik opini publik terhadap citra publik UB di mata masyarakat luas. Selama ini ia merasa kalau publik terlalu berlebihan dalam menanggapi Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang ditetapkan oleh pihak kampus terhadap puluhan ribu pelajar di kampus ini.
  • Kampus Universitas Brawijaya Malang (UB) yang terletak di area Puncak Dieng Eksklusif Malang sedang dalam proses pembangunan beberapa gedung
  • unik yang dijamin nyaman dan sesuai passion mahasiswanya loh. Pasti maba zaman now bisa lulus tepat waktu nih di jurusan unik di luar negeri ini.

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Menristek M. Nasir Sebut 3 Bekal Ini Harus Dimiliki Pemuda Generasi Milenial

Generasi milenial disebutkan oleh Menristek M. Nasir saat memberikan meterinya dalam seminar nasional yang digelar di Universitas Islam Malang pagi...

Close