Ini Opini Rektor UM dan Rektor UB Saat Temu Walikota Malang

INFOKAMPUS.NEWS –  Beasiswa Bidikmisi merupakan program beasiswa oleh Pemerintah yang khusus diberikan kepada mahasiswa kurang mampu. Masalahnya, untuk dapat dikategorikan sebagai warga kurang mampu agar mendapatkan beasiswa bidikmisi, diperlukan data sebagai pendukungnya.

Saat Pembahasan potensi CSR Perguruan Tinggi di kota Malang bertempat di Balaikota Malang, Rektor UM dan Rektor UB menyampaikan pandangannya masing-masing (21/1/20).

Prof. Dr. H. AH. Rofi’uddin, M.Pd., selaku Rektor Universitas Negeri Malang mengungkapkan, bahwa warga sekitar kampus yang ada di daerah Sumbersari sering ditanya oleh RT dan RW mengenai data keluarganya. “Tetapi mereka tidak mempunyai data mengenai keluarga mahasiswa yang kost di rumah mereka,” jelasnya.

“Tak jauh beda dengan warga sekitar, pihak kampus pun masih belum mempunyai data yang valid. Maka dari itu, pihak Rektorat Universitas Negeri Malang meminta database mengenai segmentasi warga yang tergolong miskin dan sangat miskin,” ungkap Rektor UM ini.

Setiap tahun, Universitas Negeri Malang (UM) memberikan beasiswa Bidikmisi untuk sekitar 1.300 mahasiswanya.

“Jika yang terdata ada sekitar 1.300 orang, maka hal ini dirasa tidak adil mengingat data tersebut merupakan data yang terkumpul dari sekitar Kota Malang. Sebenarnya angka bukanlah masalah, namun yang paling dipermasalahkan adalah datanya,” tambahnya.

Menurutnya, program Bidikmisi ini tidak bisa hanya dijadikan program parsial, namun juga harus memiliki grand desain yang bersifat sustainable dan memiliki tujuan yang akan dicapai kedepannya.

Dalam aspek pengangguran misalnya, treatment yang bisa dilakukan adalah meningkatkan peran Perguruan Tinggi dalam identifikasi kekurangan suatu wilayah. Peran Perguruan Tinggi diperlukan dalam melakukan analisis SWOT suatu wilayah, sehingga jika kebutuhan itu sudah terdata maka akan mudah untuk menentukan kebijakan yang akan dipakai untuk mengembangkan aspek yang menjadi strength atau potensi dari wilayah tersebut.

Harapannya, dengan adanya pengembangan wilayah yang berbasis sektor unggulan ini akan mengurangi angka pengangguran di suatu wilayah. Dan untuk dapat melaksanakannya, memang dibutuhkan data yang valid serta integrasi yang berkelanjutan.

“Program semacam ini sebenarnya bagus untuk dilakukan, namun ketika sudah memasuki urusan politik maka yang diperhitungkan adalah untung-rugi. Inilah yang menurut kami kurang bagus. Bukan tentang sekedar mendapatkan untung-rugi, namun cobalah untuk memikirkan aspek kebermanfaatan untuk jangka panjang. Maka dari itu, mindset untuk mendapatkan kebermanfaatan inilah yang seharusnya dibangun oleh masyarakat Kota Malang.” ujarnya.

“Program-program seperti inilah yang semestinya didukung oleh Pemerintah, dan memiliki komitmen Bersama. Maksud komitmen bersama disini adalah kerjasama untuk memiliki pangkalan data yang kuat. Jadi, kami atas nama Pemerintah Kota yang sudah dicurhati dengan teman dari PTN yang nasibnya sama dengan UB. Kedepannya, jika pada akhirnya kampung 3D ini akan dijadikan international village kami akan sangat menyetujuinya.” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya, Prof.Dr.Ir. Nuhfil Hanani, MS., menyebutkan bahwa mahasiswa penerima beasiswa yang berasal dari Kota Malang sebanyak 913 orang tetapi beasiswa ini tidak bisa dirubah, hal ini karena mereka tergolong mahasiwa tidak mampu. Sedangkan beasiswa satunya sebanyak 925 orang penerima yang tergolong mahasiswa berprestasi hampir mendekati stabil. Ini belum termasuk golongan mahasiswa yang bebas SPP, belum juga yang termasuk SPP nya 0.

“Karena data yang tercantum adalah beasiswa secara general, maka pihak Universitas Brawijaya sudah berusaha mengusulkan untuk beasiswa mahasiswa dijadikan bentuk KIP (Kartu Indonesia Pintar) yang sejak SMA hampir bisa dipastikan jika ketika SMA dia mendapatkan KIP, hampir pasti dia akan mendapatkan Bidikmisi. Oleh karena itu, saya berharap yang digenjot adalah KIP-nya yang ada di SMA,” ungkapnya. (Azi/Arn,Rfl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *