Ini Salah Satu Kisah Kemenangan PIMNAS 2016 Kampus UB!

Infokampus.news – Kompetisi PIMNAS 2016 yang dimenangkan oleh UB tahun ini merupakan kontribusi banyak kelompok mahasiswa berbakat kampus satu ini. Salah satunya adalah kontribusi kelompok mahasiswa yang memilih tema PKM Pengabdian Masyarakat berjudul “Mepet Kumbang” yang berhasil menyabet medali perak untuk perlombaan poster. Judul tersebut merupakan kepanjangan dari Metode Petir Untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. Karya ini merupakan hasil dari kerja keras 5 orang mahasiswa yaitu Moch. Zuber Syamsudin (FIB) selaku ketua kelompok, Reza Hadi Editya Moch (FT), M. Ardiansyah Asmara P. (FT), Rizqi Gilang Pratama (FIB), Afwega Bagas K. P. (FT).

“Jadi ini inovasi pembelajaran peta dunia melalui Globe Voice berbasis smart technology untuk anak SD ya terutama kelas 5,” ujar Zuber selaku ketua kelompok.

Pembuatan Alat Untuk Memudahkan Belajar Siswa

Mereka membuat alat berdasarkan observasi khusus yang dilakukan untuk memudahkan pembelajaran siswa yaitu melihat peta secara mudah. Karena mereka menemukan bahwa metode konvesional masih terlalu memakan waktu.

“Jadi seperti petir ya, cepat, bersuara, dan bercahaya alat kita ini, kita ingin melihat peta agar lebih cepat daripada menggunakan metode konvesional,” tambahnya ditemui di sela kesibukannya.

Zuber juga menjelaskan cara kerja produk ini, yaitu rangkaian elektronik khusus yang dipasang pada Globe termasuk lampu LED beberapa warna, disambungkan pada port laptop dan diaplikasikan dengan software khusus. Jika diketikkan pada software tersebut nama satu benua, maka lampu LED akan menyala dan mengeluarkan bunyi rekaman yang menjelaskan nama benua, ibukota dan hal terkait benua tersebut. Mereka Mengaku merekam sendiri penjelasan tentang suatu benua tersebut pada software.

Baca Juga :

Kendala Ada Pada Waktu

Atas prestasi yang berhasil mereka raih ini tentunya mereka sangat berbangga meskipun dalam pembuatannya mengalami suka dan duka. Satu faktor kendala yang mereka miliki yaitu terletak pada waktu proses pembuatan produk dan jadwal kuliah yang padat.

“Kendala kita ada pada koordinasi sih ya, jadi miss koordinasi ya karena sibuk kuliah padahal kan banyak persiapannya ya harus bikin alat, promosi, seminar ke sekolah. Jadi ini benar-benar bisa fokus dalam waktu satu bulan meskipun banyak nggak ketemunya.” tukasnya.

Namun kesulitan yang mereka hadapi ini pada ahirnya membuahkan hasil medali perak dan tidak menghambat mereka dalam menyelesaikan program dan produk. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ini Pemeringkatan Perguruan Tinggi di Indonesia!

Pada hari kemerdekaan kemarin tepatnya tanggal 17 Agustus 2016, pejabat KemristeDikti mengumumkan penilaian pemeringkatan perguruan tinggi

Close