Ini Solusi Kemristekdikti Bagi Masalah Penelitian

Infokampus.news – Salah satu hambatan peneliti dalam melakukan penelitian, terletak pada pertanggungjawaban keuangan. Karena segala bentuk kegiatan yang dilakukan dalam penelitian tersebut, harus menjabarkan pengeluaran yang dilakukan.

Dengan adanya tanggung jawab yang besar tersebut, para peneliti pun tidak dapat berkonsentrasi secara penuh pada kegiatan penelitian yang dilakukannya. Demi mempermudah tugas peneliti, Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) pun memberikan solusi pada hambatan tersebut.

“Biaya riset bagi peneliti itu selalu menjadi hambatan karena mereka terhambat pada pertanggungjawaban keuangannya. Karena itu Kemristekdikti me-reform undang-undang tersebut dan disetujui oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu),” ungkap Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristekdti), M Nasir di Gedung Dikti.

Baca Juga : 

Kementrian Susun Undang Undang Baru

Melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 106/PMK.2/2016 tentang Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2017, yang di dalamnya terkandung peraturan mengenai standar biaya keluaran yang berlaku untuk subkeluaran (sub-output) Penelitian. Yang mana pertanggungjawaban penelitian ini akan lebih mengarah pada output.

“Jadi kalau penelitian tersebut misalnya akan sampai pada tahap publikasi atau artikel jurnal regional atau internasional terindeks maka biaya tambahan riset akan diberikan sebesar Rp50 juta. Jadi dana yang didapat beradasarkan output-nya,” ujarnya.

Undang Undang Memuat Sistem Lebih Ringan

Dengan adanya peraturan baru tersebut akan mempermudah kinerja para peneliti nantinya. Selain itu, biaya penelitian yang dapat diberikan akan dijumlah dengan standar biaya dasar (SBK) dengan masing-masing output yang akan dicapai.

“Peneliti tidak perlu lagi misalnya akan mengeluarkan biaya untuk konsumsi harus mencari kuitansi dulu agar pengeluarannya bisa dipertanggungjawabkan. Beruntung kalau ada kuitansinya, kalau yang tidak ada,” katanya.

Mantan Rektor Universitas Diponegoro (Undip) tersebut menambahkan bahwa ada sejumlah kegiatan dalam penelitian yang sebenarnya sangat sulit untuk dilaporkan pertanggungjawaban keuangannya.

“Peneliti itu kan tugasnya meneliti, bukan mengurusi kuitansi untuk pertanggungjawaban keuangan,” tambahnya pada awak media. (ir)

 

Sumber : Okezone

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Maba Wajib Tahu! Aturan Menggunakan Kendaraan Pribadi bagi Mahasiswa Baru Universitas Brawijaya

Banyaknya mahasiswa baru Universitas Brawijaya yang menggunakan kendaraan pribadi turut menyumbang peningkatan volume lalu lintas

Close