Ini Strategi FEB Unisma Hadapi Revolusi Industri 4.0

INFOKAMPUS.NEWS – Fakultas Ekonomi dan Bisnis  (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma)  menyelenggarakan  Pendidikan Etika dan Pengembangan Diri bertema “Personal Development dalam Meraih Karir Ideal Era Revolusi Industri 4.0″ pada tanggal 16-23 Oktober 2019. Pembukaan kegiatan ini diadakan pada hari Rabu di Hall Abdurrahman Wahid Gedung Pascasarjana Lt. 7 Unisma (16/10).

Dalam sambutannya, Dekan FEB Unisma, Nur Diana, S.E, M.Si menyampaikan bahwa Pendidikan Etika dan Pengembangan Diri merupakan program unggulan yang ada di FEB Unisma.

Pendidikan Etika dan Pengembangan Diri sudah sudah diadakan sejak tahun 2001, berarti sudah berkembang hampir 18 tahun FEB Unisma mengadakan Pendidikan Etika dan Pengembangan Diri dan menjadi program bina karir dan menjadi kekhususan FEB Unisma.

“kami mengemas program ini sejak tahun 2001, 18 tahun dikembangkan sesuai tuntutan-tuntutan dengan lingkungan inilah yang kami berikan supaya mereka  tidak kagok, tidak kagetlah masuk dunia kerja.Termasuk teknik wawancara yang tepat, etika wawancara, termasuk komunikasi bisnisnya. Itu kami ajarkan disini.” jelas Dekan FEB Unisma.

“Yang membedakannya dengan institusi lain, ternyata ini merupakan hasil survey dari FEB. Dengan memberikan mata kuliah Pendidikan Etika dan Pengembangan Diri di luar dari SKS  yang Anda tempuh, ternyata manfaatnya sangat besar sekali.” ungkapnya.

Baca Juga :  Lowongan Kerja PT L’oreal Indonesia 2019

“Terutama para lulusan sudah menerima manfaatnya. Salah satunya waktu tunggu  untuk mendapatkan pekerjaan pertama dalam 6 bulan, rata-rata lulusan FEB diatas 80% menunjukkan lulusan FEB Unisma lebih siap” tambahnya.

Saat diwawancarai oleh tim infokampus.news , Dekan FEB Unisma menjelaskan bahwa Pendidikan Etika dan Pengembangan Diri adalah suatu pendidikan yang diberikan kepada calon lulusan FEB yang nantinya InsyaAllah diwisuda tahun 2020.

“Nah disini kami berikan terkait dengan pendidikan persiapan dunia kerja. Bagaimana tata cara etika, komunikasi, pengembangan diri mereka supaya bermanfaat di dunia kerja. Terus termasuk juga ujian psikotest, semua kami persiapkan. Mata kuliah ini diluar kurikulum yang wajib di FEB. ..Karena kenapa, mahasiswa kalau mau lulus mencari-cari caranya untuk mencari kerja itu gimana. Terus tata etikanya kayak apa.” katanya.

“Termasuk penguji psikotes dari lembaga psikologi. Sehingga ini betul-betul praktisi yang ngajar, bukan kami…  Sehingga dengan memberikan etika dan pengembangan diri lulusan kami cepat diterima kerja. Siap ya, karena mau wawancara , tekniknya kayak apa. nanti dikemas. mereka itu dipola dari nobody menjadi somebody yang nanti betul-betul disiapkan.” urainya.

“Apalagi nanti era 4.0  menuntut lulusan ini yang harus multitasking multi kompetensi. nah,  skill mereka nanti digodok  disitu supaya bisa dikeluarkan  dalam rangka untuk memiliki keunggulan  kompetitif dan bisa bersaing dengan  lulusan-lulusan lain.” tegasnya.

Baca Juga :  Kembali Torehkan Prestasi, STIKI Malang Raih Peringkat 3 Sekolah Tinggi Unggulan

Dekan FEB Unisma juga menjelaskan  “Insya Allah diatas 80%, lulusan  diterima kerjanya di bawah 6 bulan, nah itu  merupakan angka yang sangat memuaskan ya , kalau angka Dikti itu lulusan dibawah 6 bulan itu cepet.  kemarin baru diwisuda aja sudah diterima di bank dan lain sebagainya. mereka itu sudah sadar apa kebutuhan perusahaan, ini sudah disiapkan disini.”.

“Kami berharap lulusan kami  itu betul-betul menjadi lulusan satu, berkarakter, selalu inovatif, ketiga super Smart sesuai kebutuhan SDM yang dibutuhkan oleh revolusi Industri 4.0 . Satu berkarakter dalam mengeluarkan kompetensinya harus didukung karakter Islam Ahlul Sunnah Wal Jamaah yang selalu bertoleransi. ‘ pungkas Dekan FEB Unisma.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan dan Wakil Dekan FEB Unisma,  Ketua Program Studi Manajemen, Program Studi Akuntansi, Ketua Proram Studi Perbankan Syariah dan Mahasiswa Peserta Pendidikan Etika dan Pengembangan Diri  FEB Unisma Tahun 2019.

Salah satu materi dalam Pendidikan Etika dan Pengembangan Diri diberikan oleh First Brain Training & Human Resource Development. Trainer dari lembaga ini memberikan materi tentang mempersiapkan dunia kerja sebagai upaya mengahadapi era Revolusi 4.0.

Baca Juga :  Bupati Malang dan Rektor Unisma Hadiri Peresmian Monumental Gate Kampus II Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Ahmadi, Trainer First Brain memaparkan era 4.0 terjadi perubahan yang luar biasa. “Saya awali change dulu. Berubah. kalau anda tidak berubah. Stimulus berubah. Jika anda tidak berubah kita akan ketinggalan. Jadi hari ini harus ada balance antara stimulus dengan respon.” urainya.

“Orang berubah yang pertama, karena rasa sakit yang luar biasa. Biasanya yang punya masalah berubah. Yang dulu ngga dekat sama Tuhan jadi dekat sama Tuhan.”tambahnya.

“Sebaiknya berubah tidak karena pain atau pleasure. Berubahlah karena rasa cinta. Orang-orang sukses adalah orang yang punya tujuan. Apapun pilihan Anda, Anda harus punya soft skill.” paparnya.

Pembukaan kegiatan yang bertempat di  Hall Abdurahman Wahid, Gedung Pascasarjana Lt.7 Universitas Islam Malang (Unisma) ini dihadiri oleh sekitar 600 mahasiswa Unisma.  (Rfl)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *