Ini Yang Harus Diperhatikan Perguruan Tinggi di Indonesia!

Infokampus.news – Pihak Kemenristek Dikti memberikan masukan kepada semua Perguruan Tinggi untuk diperhatikan. Beberapa waktu yang lalu, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, meminta perguruan tinggi (PT) menyiapkan diri menghadapi isu internasionalisasi pendidikan seiring pemberlakuan ASEAN Economic Community (AEC). Menteri menegaskan PT yang tidak memiliki daya saing dan mutu akan terlindas oleh gelombang PT luar negeri.

“Dengan adanya ASEAN Economic Community, bukan tidak mungkin ke depan ada PT asing di Indonesia. Kualitas PT dalam negeri harus dijaga untuk menghadapi kompetisi,” ujar M. Nasir saat menghadiri peluncuran Klinik Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Hotel Alana, Solo, Selasa silam.

Harus Mengoptimalkan Sistem Mutu dan Kualitas

Dilansir dari Kopertis 12, M. Nasir mengingatkan bahwa proses akreditasi yang baik menjadi kunci peningkatan mutu dan kualitas pendidikan tinggi. Menurutnya, selama ini tahapan itu belum optimal untuk mengembangkan proses pembelajaran. Kemenristekdikti sendiri mencatat ada 130 lebih PT swasta yang gulung tikar hingga awal 2016. Hal tersebut sebagian besar diakibatkan karena kekurangan mahasiswa.

“Tidak ada pengawalan dalam proses akreditasi. Mestinya ada pendampingan bagi PT yang berpotensi meningkat akreditasinya. Kampus yang sudah berakreditasi A didorong bekerja sama dengan PT luar negeri. Sebaliknya, PT yang tak layak dilanjutkan ya langsung ditutup,” katanya kemudian.

Harus Tegas Di Era Persaingan Ketat

Disamping itu, Menristekdikti tidak menoleransi konflik internal antara yayasan dan pihak kampus dalam pengelolaan pendidikan tinggi. M. Nasir tak segan menutup Perguruan Tinggi jika konflik di lembaga pendidikan tersebut terjadi berlarut-larut. Menteri mengaku banyak menerima laporan soal sengketa yayasan dan kampus dalam pengelolaan universitas di tanah air.

“Kalau tidak mau diselesaikan mending tutup saja,” ujarnya menegaskan.

Baca Juga :

Di sisi lain, Menteri mengapresiasi peluncuran SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) untuk mendorong peningkatan akreditasi universitas Dia melihat SPMI dapat menjadi sarana untuk pembenahan mutu internal dan eksternal kampus. Sementara itu, Direktur Penjaminan Mutu Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti, Aris Junaedi, mengatakan Klinik SPMI dapat menjadi solusi permasalahan yang dihadapi PT. Klinik menyediakan 14 fasilitator pusat dan 200 fasilitator wilayah untuk menjawab pertanyaan lewat laman SPMI.

“Penerima Klinik SPMI sangat komprehensif meliputi pengelola PT, dosen, mahasiswa hingga masyarakat umum,” tuturnya.

Kemenristekdikti menargetkan mampu mencetak 12.000 pendidikan tinggi unggulan melalui inovasi SPMI. Sejauh ini, imbuh Aris, sudah ada sekitar 9.000 pendidikan tinggi yang menyandang predikat tersebut. (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ini Alasan Istimewa Kenapa Kamu Harus Coba Daftar Beasiswa LPDP

Salah satu beasiswa yang masih menjanjikan untuk di raih adalah daftar Beasiswa LPDP. Beasiswa yang dikelola LPDP

Close