Ini yang Terjadi Saat Direktur Pascasarjana UMM Dikukuhkan Jadi Guru Besar

INFOKAMPUS.NEWS – Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Fauzan resmi mengukuhkan Prof. Akhsanul In’am, Ph.D menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Matematika.  Pengukuhan yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 28 Desember 2019 ini bertempat di ruang Theater Dome UMM.

Rektor UMM, Dr. Fauzan, M. Pd saat diwawancarai awak media

Ada yang berbeda pada pengukuhan Guru Besar UMM ini dengan pengukuhan Guru Besar di kampus- kampus yang lain. Ini dikarenakan karakter humoris dari Pria kelahiran Kediri, 10 Agustus 1964 ini.

Prof. Akhsanul In’am, Ph.D, Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Matematika UMM

Saat memaparkan orasi ilmiahnya dengan tema “Menguak Pemikiran Al Ghazali: Menjana Pembelajaran Matematika Terkini”, Prof. Akhsanul In’am, Ph.D terkesan santai, humoris dan berpantun ria. Jauh dari kesan bidang Matematika yang mendapat Stigma serius dan berat untuk dibahas.

“Daun beluntas baik untuk kesehatan. Dapat membias dan meretas bau badan. Setiap aktivitas hendaknya mempunyai tahapan. Sebagai langkah menggapai masa depan,” Prof. Akhsanul In’am, Ph.D berujar dan disambut riuh suara tawa para undangan.

Aksi berbalas pantun akhirnya terjadi, dimana Rektor UMM, Dr. Fauzan ikut menyampaikan pantun versinya yang meramaikan suasana Pengukuhan yang serius namun terasa nuansa kekeluargaan.

Baca Juga :  Kampus Unikama Bakal Terima 2000 Mahasiswa Baru di Tahun 2022

‘Pak In’am tadi buat pantun.  Saya juga punya pantun.” beber Rektor UMM, yang disambut celetukan salah satu undangan  “guru bahasa ngga boleh kalah” kata peserta undangan sambil tertawa.

Rektor UMM melanjutkan “Dipandang dalam, Warna ungunya keluar, Tawa gembira jadi rebutan. Pak In’am sekarang menyandang gelar Guru Besar Kiprah Nyatanya akan jadi harapan” dan disambut teput tangan meriah.

Rektor UMM melanjutkan “Terbang mendarat di tepi tangan, Di tepi tangan banyak bunganya,  Ucapan selamat untuk Prof. In’am, itu bukti kuat  support istri tercintanya,” ucap Rektor UMM saat menutup Sambutannya yang diiringi suara tawa dan gelak tangan para undangan yang datang.

Saat diwawancarai oleh tim Infokampus.news, Rektor UMM menyampaikan bahwa dukungan dari kampus untuk kemajuan guru besar tentu ada, karena proses ini juga tidak mudah dan ini tidak mungkin hanya diurus oleh dirinya.

“Maka dari itu melibatkan semua para pihak yang berkepentingan terhadap itu kita gerakkan supaya segera. Bahkan kita sudah memfasilitasi segera guru besar itu fasilitas khusus,” jelasnya.

“Adanya program percepatan sangat mendukung guru besar. Sebentar lagi, InsyaAllah 3 Guru Besar lagi diawal 2020. Kita melihat dari kelayakan persyaratan yang diajukan. Karena kita mendorong para doktor yang memenuhi syarat itu kemudian kita buatkan profesor asok setiap profesor memiliki asuhan'” tambahnya.
“Jadi setiap Guru Besar memiliki asuhan dari doktor. Kalau Guru Besar menulis itu sudah biasa, Guru Besarmeneliti itu juga sudah biasa. yang harus luar biasa yaitu Profesor harus menjadikan doktor menjadi Profesor,” paparnya lagi.

Prof. Akhsanul In’am, Ph.D yang sempat menjabat Dekan FKIP UMM dan sekarang menjabat sebagai Direktur Program Pascasarjana UMM terinspirasi dari pemikiran Al Ghazali dengan penekanan metakognitif. Metakognitif  merupakan kesadaran seseorang  tentang apa yang diketahui dan yang tidak diketahuinya.

Baca Juga :  Kampus Unikama Bakal Terima 2000 Mahasiswa Baru di Tahun 2022

Berkenaan dengan pemikiran Al Ghazali, strategi hendaknya guru laksanakan melalui penyadaran kepada peserta didik untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran.

Kondisi ini dapat terwujud jika pelaksanaan pembelajaran dapat memberikan rasa nyaman bagi peserta didik.

Prof. Akhsanul In’am, Ph.D menutup paparasan Orasi Ilmiahnya dengan menekankan usaha untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran khususnya matematika. Dapat dikemukakan bahwa faktor utama adalah guru, baik berkenaan dengan kemampuan penguasaan materi serta penyamapaiannya.

(Rfl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *