Inilah Mahasiswa Disabilitas ITN Malang, Pembuat Aplikasi Penerbitan Akta Cerai

INFOKAMPUS.NEWS – Mahasiswa Disabilitas Institut Teknologi Nasional (ITN Malang), Muhamad Ightana Hakim Ilmi atau yang akrab disapa Ightana berhasil menyelesaikan studi tepat waktu selama 4 tahun meskipun mengalami keterbatasan dalam berbicara dan mendengar (Difabel).

Doc: infokampus.news

Ia mengalami keterbatasan ini setelah terkena malaria tropika saat ia berusia 1 tahun. Ightan dibantu oleh salah satu rekan mahasiswa lulusan terbaik, Ayu Lutfi Nofitasari (Ayu), saat diwawancara oleh tim infokampus.news (25/9). Ightan menjawab pertanyaan wartawan dengan mengetik responnya melalui hp.

Ayahnya, Drs. Toif M.H, seorang hakim di Pengadilan Agama Lumajang. Sedangkan Ibu menjadi guru di SMPN 3 Tugu Trenggalek. Orang tuanya sangat mendukung Ightana untuk kuliah. Sehingga, orang tuanya tidak mempermasalahkan meski ia harus kuliah di luar kota. Bahkan mereka merasa sangat senang. “Saya malah senang sekiranya di masa yang akan datang ITN Malang mempunyai file project menerima anak-anak disabilitas yang ikut kuliah di ITN Malang” ujar Ayahnya.

Pria yang pernah bekerja menjadi desain grafis dan mengajar les Privat anak tunarungu ini pernah mengikuti lomba pembuatan gambar animasi tingkat Jawa Timur untuk SLB dan meraih peringkat 6.Meskipun ia disabilitas, Ia berharap setelah lulus kuliah dapat bekerja seperti orang normal.

Baca Juga :  Resmi Diubah! UTBK 2023 Tanpa Tes Mata Pelajaran, Simak Alasannya

Pengalaman Selama Berkuliah

Ightana memilih kuliah di ITN Malang karena kualitas yang dimiliki ITN dan ia merasa nyaman ketika datang di kampus ITN.

Mahasiswa S1 Teknik Informatika, Fakultas Teknik Industri FTI ini berhasil meraih IPK 3.05.   Meski saat permulaan kuliah, Pria kelahiran Bojonegoro, 19 Juni 1997, ini sempat merasa minder dan bingung dalam memahami perintah atau informasi yang diberikan oleh dosennya. Namun hal tersebut mampu teratasi berkat bantuan teman-teman yang membimbingnya.

Hani Zulfia Zahro’, S.Kom., M.Kom sebagai Dosen pembina Akademik menyampaikan bahwa saat di awal bertemu dan berkenalan merasa kaget. Ia baru mengetahui Ightan saat perkenalan maba dengan dosen-dosen prodi. “Namun, saya bangga punya “anak didik” seperti Ightan. Merasa tertantang, karena menjelaskan ke anak seperti Ightan butuh usaha lebih. Dia merupakan mahasiswa yang rajin. Meskipun harus pake alat bantu dengar “.

Dosen PA Ightan sempat berkenalan dengan orang tua Ightan. Orang tuanya aktif menanyakan perkembangan studi Ightan. “Setiap KRS-an selalu didampingi oleh ayahnya. Jika saya ada kendala menjelaskan ke Ightan, saya komunikasikan dengan ortunya. Adakalanya Ightan tidak mau dianggap punya kekurangan. Jadi saya mengganggapnya sama seperti yang lain agar tidak minder. Yang terpenting anak seperti Ightan harus pede dll.

Baca Juga :  Intip Para Pemenang Kompetisi Menulis Artikel Digitalisasi Kampus menuju World Class University

“Cara berbicara dengan Ightan harus intonasinya lebih lambat atau menggunakan tulisan. Intinya menghadapi anak disabilitas harus telaten.” tambahnya.

Ia mengharapkan ITN Malang tetap menerima mahasiswa disabilitas, karena mahasiswa dengan disabilitas juga berhak untuk berkuliah dan memperoleh ilmu yang baik. Mahasiswa disabilitas juga bisa berprestasi seperti halnya Ightan.

Skripsi pria yang berasal dari Kabupaten Trenggalek ini berjudul “Sistem Informasi Penerbitan Akta Cerai di Pengadilan Agama Lumajang”. Aplikasi penerbitan akta cerai ditujukan sebagai alternatif upaya untuk membantu penerbitan akta cerai yang selama ini masih dilakukan secara manual (melalui aplikasi SIADPA) dan belum tersambung dengan  aplikasi SIPP. Melalui aplikasi penerbitan akta cerai terebut, penerbitan akta cerai bisa tersambung dengan aplikasi  pendukung SIPP.

Melalui aplikasi ini, saat semua pihak yang telah bercerai  mau mengambil akta cerai, mereka cukup menyebutkan nama saja, kemudian mereka akan dilayani melalui aplikasi tersebut. Melalui aplikasi tersebut juga diharapkan bisa menghindari kesalahan. (rfl)

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.