Iniloh Jurusan Kuliah Para Presiden Indonesia, ITB Jadi Kampus Favorit?

INFOKAMPUS.NEWS – Percaya atau tidak, para Presiden Indonesia tidak ada yang mengambil jurusan kuliah di bidang politik atau pemerintahan. diantara mereka bahkan ada yang mengambil jurusan kuliah Teknik sampai kehutanan.

  1. SUKARNO 

Setelah tamat menempu Hoggere Burgerschool (HBS) Surabaya pada juli 1921, Sukarno melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi Technische Hoogeschool te Bandoeng, yang kini lebih dikenal dengan nama Institut Teknologi Bandung (ITB). disana ia mengambil jruusan kuliah teknik sipil.  Menurut Gunarsi (1995) Sukarno dinyatakan lulus pada 25 Mei 1926. ia diwisuda pada 3 Juli 1926 bersama delapan insinyur lainnya.

2. SOEHARTO 

Setamat SMP, Soeharto sempat ingin melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi namun terhambat faktor ekonomi. Hingga di tahun 1942, ia membaca pengumuman soal penerimaan anggota Koninklijk Nederlands Indisce Leger (KNIL) alias tentara kerajaan Belanda.
Soeharto lantas mendaftarkan diri dan diterima menjadi tentara. Waktu itu, ia hanya sempat bertugas tujuh hari dengan pangkat sersan karena Belanda menyerah kepada Jepang.
3. B.J HABIBIE
Jurusan kuliah yang diambil B.J. Habibie yakni Teknik Mesin di Fakultas Teknik ITB pada 1954. Setahun setelahnya, yakni dari 1955 sampai 1965, Habibie melanjutkan studi di jurusan Teknik Penerbangan dengan memilih spesialisasi Konstruksi Pesawat Terbang di RWTH Aachen, Jerman Barat. Habibie menerima gelar Diplom Ingenieur pada 1960, serta Doktor Ingenieur pada 1965 dengan predikat terbaik yakni, Summa Cum Laude.
4. ABDURRAHMAN WAHID (GUS DUR)
Pada 1963, Gus Dur menerima beasiswa dari Kementerian Agama untuk belajar di Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir, dengan mengambil jurusan Studi Islam.
Barton (2002) dalam buku ‘Biografi Gus Dur’ menulis, presiden keempat Indonesia ini menikmati hidupnya sebagai mahasiswa di Mesir. Gus Dur suka menonton film Eropa dan Amerika, hingga pertandingan sepak bola. Ia juga terlibat aktif dalam Asosiasi Pelajar Indonesia, dan menjadi jurnalis majalah perkumpulan tersebut.
5. Megawati Soekarnoputri 
Seusai SMA, Megawati Soekarnoputri berkuliah di Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Bandung. Namun masa studinya hanya berlangsung setahun yakni dari 1965 sampai 1967, akibat kondisi politik yang enggak kondusif. Ketika situasi mulai membaik, Megawati kembali melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi dan memilih Fakultas Psikologi Universitas Indonesia sebagai tujuan. Tapi lagi-lagi ia enggak menamatkan kuliahnya karena pada 1970 sang ayah Sukarno meninggal dunia.
6. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
Sama seperti Soeharto, SBY juga merupakan lulusan militer. SBY menempuh pendidikan di Akademi Angkatan Bersenjata RI (Akabri) pada 1973, dan melanjutkan studinya ke American Language Course di Texas, Amerika Serikat. Di Negeri Paman Sam, SBY juga belajar di Airbone and Ranger Course, Fort Benning dan Infantry Officer Advanced Course sejak 1982 sampai 1983. Ia bahkan pernah mengambil kursus Senjata Antitank di Belgia dan Jerman pada 1984.
7. JOKO WIDODO
Setelah lulus dari SMA Negeri 6 Surakarta, Jokowi diterima di jurusan kuliah Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta. Di sana, ia belajar soal struktur kayu, pemanfaatan, hingga teknologinya. Selama kuliah, Jokowi juga aktif naik gunung dan tergabung sebagai anggota Mahasiswa Pecinta Alam Silvagama. Jokowi pun lulus pada 1985 seusai menyusun skripsi dengan judul ‘Studi tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kodya Surakarta’. (Edt)
Baca Juga :  Kominfo Larang 11 Data Ini Disebar di Media Sosial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *