Iniloh yang Perlu Kamu Pahami Jika Menggunakan Karya Orang Lain Tanpa Izin

INFOKAMPUS.NEWS – Tulisan Tappin Saragih yang dilansir melalui laman website mojok.co rupanya menajwab kegelisahan yang akhir-akhir ini sedang ramai dibicarakan Indonesia. Yup jagat raya sosial media digemparkan dengan isu yang beredar terkait penggunaan Credit title pada sosial media.

Tappin menjelaskan jika dia berusaha konsisten mem-posting satu atau dua tulisan. Kadang-kadang dia menulis kata-kata bijak di story sebisa mungkin semua postingan dibuat menarik baik dari konten maupun sampulnya dengan harapan semakin banyak yang tertarik mengikuti akun dan membaca juga membagikan karya-karya yang pada intinya tulisannya bermanfaat bagi orang lain.

“Sering saya senyum-senyum sendiri, merasa bangga karena ternyata ada juga orang yang tertarik atau merasa terinspirasi dengan karya-karyaku. Saya merasa berharga dan berguna sebagai manusia” tulis tapin terinspirasi oleh nasihat Pram.

Namun, ada 3 pengalaman buruk ketika sebuah tulisan itu posting di sosial media dan diperuntukkan untuk khalayak umum. Apa ya?

  1. Karena tulisan menarik, beberapa followers yang kebetulan saya follback, seirng mengutipnya dan menjadikan caption di postingan tanpa mencatumkan sumbernya. Menurut Tapin, bukan Gila hormat, orang-orang seperti itu mudah dimaafkan walau tak terlupakan.
  2. Beberapa akun, sengaja me-repost atau re-upload karya tulisan orang yang belum dikenal seperti saya tanpa izin. Semua isi postingan di akunnya, tulisan-tulisan yang dianggap menarik dari banyak orang. Kenyataannya banyak followernsya puluhan bahkan ratusan ribu. Awalnya senang karena pengikutku tambah karena mereka. Untuk kegelisahan ini, meski sulit saya berusaha memaafkan.
  3. Menurut Tapin yang ketiga ini berat dan butuh solusi dari pemerintah, polisi, para ahli, bahkan bila perlu orang pintar. Ini serius, dari hasil pengamatannya, banyak akun-akun serupa yang kerjanya Cuma mem-posting karya orang lain dikenal secara luar dalam bentuk kutipan singkat. Tapin merasa curiga akun tersebut tidak membaca karya buku penulis yang mereka kutip. Mereka hanya berselancar ke akun-akun yang lain.
Baca Juga :  Zuber Syamsudin Viral Berkat Jual Makanan Bonus Nasihat Soal Mantan

Biasanya tulisan yang tertera di setiap awal buku “Dilarang..tanpa seizin…” nah, apakah pengurus akun tersebut sudah meminta izin sebelum mem-posting atau menyebarkan tulisan yang mereka ambil dari sebuah buku atau karya seseorang? Masalah berikutnya bila sudah izin, pakah penulis mendapatkan bayaran seperti layaknya sebuah koran atau media yang memuat tulisan seseorang?

Nah, sebenarnya hal seperti mencomot karya atau mengunggah foto karya milik orang lain itu nggak boleh karena melanggar pasal 13 Undang-undang nomor 19 tahun 2002 mengenai hak cipta. Pelanggaran ini bikin kamu terkena hukuman penjara selama paling lama 2 tahun atau denda paling banya Rp 150 juta.

Atau menyalin kata-kata tanpa menyertakan sumber ini termasuk kedalam plagiarisme dan diatur dalam pasal 44 undang-undang hak cipta. Pasal tersebut menekankan tentang larangan menggunakan, mengambil serta mengubah ciptaan orang lain tanpa mencantumkan sumbernya. Sobat FoKus hati-hati ya, mari lebih bijak lagi bermain sosial media, hati hati jarimu harimaumu! 🙂 (Edt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *