Inspiratif ! Pria Asal Papua Ini Raih Mimpi Bermodal Peta dan Bendera Dunia

Infokampus.news, Malang – Pemuda satu ini memiliki segudang mimpi yang terus membawanya menjadi orang yang menginspirasi banyak teman-teman asal daerahnya. “Tantangan, rintangan, dan keterbatasan adalah tiga hal yang sangat dekat dengan kehidupan saya sejak kecil.” Ungkap Zulfikar Bagas Anoraga, atau yang akrab disapa Bagas.

Namun keterbatasan tersebut tak lantas membuatnya putus asa. Terbukti, kepulangannya dari Negeri Matador, Spanyol, disambut dengan kekaguman teman-temannya yang ingin merasakan indahnya petualangan di benua Eropa.

“Karena Bapak adalah guru Tata Negara jadi dulu minta antar Bapak ke Kota untuk beli buku yang isinya peta dan bendera dunia” ungkap pemuda yang sering menggenakan noken, tas rajut khas Papua, ini. Bagi Bagas Atlas adalah harta karun yang memetakan mimpi-mimpinya dan mengantarkannya hingga ke Murcia melalui beasiswa Erasmus.

Merangkai Mimpi Perdana dengan Memanfaatkan Peluang

Prestasi yang ia dapatkan hingga saat ini tidak lepas dari usaha-usaha terdahulunya hingga ia bisa meraih beasiswa Eropa tersebut. Memanfaatkan peluang sebesar lubang semut adalah pengalaman berharga yang harus dihargai.

“Kesuksesan kecil dapat mengantarkan seseorang pada kemenangan yang besar. Meraih sesuatu itu harus dicoba berkali-kali,” tambah dia.

Menjadi pemuda yang lahir di daerah yang serba terbatas membuat Bagas sempat berkecil hati. Namun, semangat dan tekadnya yang diiringi dukungan dari kedua orang tua membuat Bagas memiliki tekad yang kuat.

Tinggikanlah Mimpi dan Rendahkan Hati Harus Dimiliki Pemuda

Beberapa negara yang pernah ia kunjungi seperti India, China, dan Spanyol adalah negara-negara yang mengajarkan Bagas untuk terus menjadi orang yang punya banyak cadangan mimpi. Dia tak ingin ketika ia jatuh langsung terjatuh ke tanah namun tetap mampu bertahan dengan ‘cadangan’ lain yang ia persiapkan.

Namun, bagi pemuda berdarah Maluku-Jawa ini, ia tak ingin merasa sombong dengan pencapaiannya saat ini. “Saya ingin menjadi akar yang kalau ingin menguatkan terus menjalar ke bawah” pungkas Bagas.

Menjadi orang yang dapat menginspirasi dan memberikan dampak luas adalah perbuatan yang mulia dan gratis. Siapapun bisa melakukannya selama kita terus berusaha mengisi hati kita dengan semangat dan tekad yang positif. Menurut Bagas, tidak perlu menunggu pergi ke luar negeri baru menginspirasi, tapi mimpi keluar negeri itu wajib. (PUS/ANS)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pendaftaran MABA UNIDHA Ditutup 2 September, Kamu Sudah Daftar?

Pendaftaran Calon Mahasiswa Baru Universitas Wisnuwardhana Malanh atau UNIDHA ditutup 2 September

Close