Intip Kisah Bagus Putra Muljadi, IPK 2 Koma kini jadi Ilmuwan

INFOKAMPUS.NEWS – Bagus Putra Muljadi menyadari kesalahannya ketika di masa muda kurang dewasa dalam menyikapi keadaan. dirinya harus mengejar ketertinggalan melalui semester pendek dan lulus satu tahun lebih lambat dari yang seharusnya dengan IPK 2,69 di jurusan Teknik Mesin ITB.

Menyadari tingginya kualifikasi perusahaan dalam menerima fresh graduate. Pria kelahiran 1 Maret 1983 ini memutuskan untuk berkuliah di National Taiwan University untuk meraih gelar S2 dan S3 dengan jurusan mekanika Terapan.

Tantangan selanjutnya adalah biaya, karena Bagus memutuskan kuliah di luar Neger tanpa beasiswa. lalu melalui relasi yang ia bangun, ia membiayai kuliah dari bekerja sebagai sales pompa air.

“Saya tahu kalau saya menyerah dan pulang ke Indonesia maka semua selesai, tidak akan ada kesempatan lain. tapi jika saya menyelesaikan sekolah saya S2 dan S3 maka terbuka pintu kesempatan untuk saya.” Tuturnya.

Setelah meraih gelar doktor di tahun 2012, Bagus menikah dengan perempuan berkebangsaan Jerman dan keduanya memutuskan bekerja di Eropa. pada saat itu kesempatan terbuka di bidang Matematika.

Baca Juga :  AIABI Gelar Kongres dan Seminar Nasional di FIA Universitas Brawijaya, Salah Satu Agenda Pilih Ketum Baru!

Lagi-lagi Bagus menemukan kesulitan. Sistem kerja post-doctoral itu bersifat kontrak hanya berjangka 1 tahun. dalam tempo itu, dirinya harus belajar dari awal di bidang matematika dan menghasilkan jurnal ilmiah terpublikasi.

Langkahnya tidak berhenti disitu saja, ia bertekad kembali menempuh pendidikan di Institut de Mathematiques de Toulouse, Perancis hingga tahun 2014. ia selalu memaksimalkan kesempatan yang ada di depan mata dengan latar belakang memberanikan diri melanjutkan post-doctoral Imperial College di London dengan disiplin berbeda yakni Departemen Ilmu Bumi dan Teknik Petroleum pada tahun 2017.

Keberuntungan terjadi disitu, Bagus kembali diterima sebagai Faculty Member, asisten profesor termuda di Departemen Teknik Lingkungan dan Kimia Universitas Nottingham, Inggris. latar belakang lints disiplin yang unik ini yang membuat dirinya terpilih sebagai peneliti yang memiliki sudut pandang keilmuan beragam.

Pihak kampus akhirnya menghargai Bagus yang memiliki independensi dalam melakukan penelitian. Pekerjaan saat ini sebagai anggota permanen di University of Nottingham tentu buah dari perjuangan yang terbentu dari portofolio riset interdisipliner.

Baca Juga :  7 Peluang Kerja Teknik Nuklir yang Perlu Diketahui!

“Pendidikan di luar negeri sangat menghargai peneliti atau ilmuwan yang memiliki pengalaman lintas keilmuan atau interdisipliner. Mereka biasanya memiliki pandangan yang lebih lengkap ketika dihadapkan dalam satu pemecahan masalah,” ujar Bagus. (Edt)

Leave a Reply

Your email address will not be published.