IPK Tinggi Kunci Dapat Kerja, Benarkah?

Infokampus.newsAda yang bilang, Indek Prestasi Kumulatif alias IPK itu penting untuk menunjang masa depan. Tapi, ada juga yang bilang kalau IPK nggak menentukan masa depan kita selepas kuliah. Nah, lho? Jadi, yang benar IPK itu penting atau nggak, sih?

Infokampus sudah merangkum seluk-beluk pentingnya IPK di dunia kerja buat kamu. Buat kamu yang setelah lulus kuliah ingin kerja di perusahaan, kamu perlu banget simak ulasan berikut ini!

Apakah IPK penting?

IPK tinggi jadi impian banyak mahasiswa, terutama mereka yang memiliki motivasi serta ambisi besar dalam dunia akademis. Namun, ada juga tipe mahasiswa yang tidak terlalu memusingkan perkara IPK, yang penting masih di atas 3,00 tidak menjadi masalah bagi mereka .

Indeks Prestasi (IP) merupakan perhitungan nilai tiap semester, sedangkan IPK  merupakan hasil gabungan capaian akademis yang diperoleh mahasiswa secara keseluruhan. Lalu apa benar jika IPK dapat “memperlicin” keberuntungan kita di dunia kerja?

Seberapa Pentingkah IPK di Dunia Kerja?

Setiap perusahaan di Indonesia  menerapkan kebijakan yang berbeda – beda terhadap kriteria calon pegawainya. Rata – rata, perusahaan menetapkan ktiteria IPK minimal 2,75 atau 3,00. Tapi, ada juga perusahaan yang tidak menjadikan IPK sebagai syarat utama. Mau tidak mau, para fresh graduate sebagai pencari kerja harus menerima hal tersebut karena IPK menjadi penilaian awal terhadap kompetensi yang kita miliki.

Sejatinya, IPK menjadi alat ukur yang menggambarkan pemahaman kita terhadap konsep dan teori perkuliahan. Hal ini penting bagi perusahaan yang mencari posisi keahlian secara spesifik.  Mendapatkan IPK yang tinggi tentunya tidak mudah. Butuhkan disiplin, kemauan yang keras serta mental yang tidak mudah menyerah.

Secara tidak langsung, pelamar kerja harus punya sifat dan sikap yang kompetitif dan dedikasi yang tinggi dalam bekerja. Jadi tentu saja mahasiswa yang meraih IPK tinggi secara kualitas dapat dipertanggungjawabkan untuk menempati posisi yang penting di suatu perusahaan.

Perusahaan – perusahaan besar di bidang teknologi, pendidikan atau keuangan setidaknya menetapkan IPK yang lumayan tinggi untuk calon pelamarnya, karena mereka ingin sejak tahap awal yang mendaftar hanyalah orang yang memiliki dedikasi yang tinggi dalam bekerja karena sangat berpengaruh terhadap produktivitas seorang karyawan.

Bagaimana jika IPK kurang ideal?

Di beberapa perusahaan, IPK tinggi menjadi aspek yang sangat diperhatikan. Tapi hal itu tak lantas membuat IPK yang kurang ideal kehilangan peluang. Kamu tetap memiliki kesempatan yang sama. Jika kamu memang ingin mendaftar pada suatu perusahaan besar, kamu dapat mengemukakan alasan mengapa IPK mu kurang ideal. Tapi pastikan alasanmu itu logis ya.

Misalnya, kamu bis menjelaskan kepada pihak pewawancara, bahwa kamu kuliah sambil bekerja. Setidaknya, pengalamanmu itu akan membuat pewawancara akan memberi poin plus dalam pengalalaman kerja.

Kamu juga dapat mengemukakan kelebihan yang kamu miliki, karena sejatinya perusahaan bukan hanya sekedar mencari orang ber- IPK tinggi saja, masih banyak aspek lain yang diperhitungkan. Kamu dapat menonjolkan diri di aspek lain tersebut. Katakan kamu memiliki kelebihan dalam bahasa asing atau kemampuan public speaking yang baik. Mereka juga pasti akan memperhitungkan hal tersebut.

Sejatinya IPK bukan satu – satunya patokan agar dapat dengan mudah mendapat pekerjaan. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa beberapa perusahaan besar memang mematok IPK yang tinggi dalam persyaratan perekrutan karyawan. Jadi sebaiknya persiapkan diri kita dengan bekal berupa ilmu serta wawasan yang luas. Asahlah potensi dan skill yang dimiliki, sehingga jika memang IPK mu tidak memungkinkan kamu juga masih memiliki kesempatan yang sama untuk diterima di perusahaan impianmu. (Nid)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *