IPTEK Untuk Calon Tenaga Kerja RI

Infokampus.news, Malang – Seminar Nasional yang digelar di lantai 7 gedung Pascasarjana, Universitas Islam Malang (UNISMA) membahas mengenai IPTEK yang dibutuhkan untuk menyiapkan calon tenaga kerja yang sesuai dengan kemampuannya.

Direktur Jendral Kelembagaan IPTEK DIKTI Kemenristekdikti RI Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M.Eng.Sc. mengungkapkan jika tugas dikti hanya dua, namun bukan berarti tugas yang sedikit itu dapat dijadikan sebagai hal sepele.

“Menurut kebijakan pendidikan tinggi, KEMRISTEKDIKTI tugasnya hanya dua. Menghasilkan tenaga kerja terampil dan berguna dan Menghasilkan inovasi untuk memperbaiki dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

RISTEKDIKTI harus bisa menghasilkan inovasi dengan mengembangkan banyak temuan – temuan baru yang inovatif, sekaligus mendidik SDM yang ada agar dapat menjadi tenaga terampil.

“Kami juga mendapat PR besar, yaitu membuat komposisi perguruan tinggi dengan lebih ideal. Jumlah perguruan tinggi terlalu banyak, data terakhir ada 4529 perguruan tinggi di Indonesia. Mungkin akan lebih baik jika nilai itu dipangkas dengan sebuah penggabungan maupun penemuan baru yang inovatif,” pungkasnya.

UNISMA Sudah Menjadi Lokomotif Keagamaan Dalam Perguruan Tinggi

Dengan mengembangkan pendidikan multikultural dan kebebasan beragama, UNISMA sudah membangun lokomotif beragama.

“Tidak hanya sebuah predikat, namun UNISMA sudah benar – benar menanamkan keagamaan yang benar dan sesuai dengan ukurannya,” tegasnya Dr. Muhammad Zain. M. Ag Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Dirjen Pendis Kemenag RI.

“1,4 juta penduduk indonesia yang tidak bisa membaca. Dan masih banyak sekali pertolongan yang dibutuhkan terutama dari mahasiswa. Jika mahasiswa di didik dengan ajaran yang salah lalu selanjutnya akan memberikan dampak yang buruk pada masyarakat,” paparnya.

“Saat ini ada 2000 Jurnal Ilmiah, 527 yang sudah terindeks, dan hanya 3 Jurnal yang baru terfokus. Mari bersama membuat karya yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kita pemerintah akan selalu mendukung,” ungkapnya.

“Kita harus bersama – sama berupaya menjadi makmum yang baik dengan tidak melanggar peraturan yang sudah ada,” pungkasnya.

Seminar nasional sendiri dilangsungkan selama 2 hari dengan hasil akhir yang akan dijadikan kumpulan makalah yang selanjutnya akan dicetak menjadi buku. (has)

Berita Terkait

  • Infokampus.news, Malang - Universitas Islam malang (UNISMA), Hari ini (25/3) kembali menggelar rangkaian acara menuju Dies Natalies UNISMA yang ke 36. kali ini UNISMA menggelar kegiatan Pementasan Seni dan Pameran budaya Daerah Se-Nusantara.Pameran Kebudayaan UNISMA ini sendiri mengusung tajuk Gerak Lisan  Utama 1, maksud tajuk ini sendiri bertujuan sebagai bentuk apresiasi Mahasiswa UNISMA untuk beragamnya budaya dan kreativitas yang ada di bumi Indonesia. Kegiatan ini sendiri berlangsung meriha dan ramai dikunjungi…
  • encegahan bencana alam merupakan tagline besar Indonesia dan juga dunia. Namun bencana ternyata tidak hanya bisa ditanggulangi dan diidentifikasi
  • Warga Universitas Islam Malang sedang berlomba – lomba merealisasikan program pengabdian kepada masyarakat melalui program KKN mahasiswa

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gerak Lisan Utama, Langkah Unjuk Prestasi Universitas Islam Malang

Universitas Islam Malang (UNISMA) terus berbenah dalam segala aspek, melalui dies natalis ke-36 UNISMA mengangkat tema Gerak Lisan Utama sebagai...

Close