Ironis, Naskah Kuno sebagai Identitas Bangsa Banyak yang Hilang dan Dijual

Infokampus.news, Malang – Naskah kuno mempunyai nilai yang sangat berarti dalam pembentukan identitas bangsa. Sebab naskah kuno mengandung nilai-nilai kehidupan dari suatu peristiwa yang patut ditanamkan sebagai pembelajaran bangsa. Hal tersebut disampaikan oleh Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Arif Budi Wurianto, M.Si dalam kegiatan Apresiasi naskah kuno dalam gelaran Festival Seni Budaya 2016 di UMM.

Menurut Arif peran naskah kuno sendiri sangatlah penting bagi suatu bangsa. Naskah kuno bisa diartikan sebagai suatu penanda peradaban bangsa dan tanda puncak dari kebudayaannya. Sangat disayangkan apresiasi masyarakat terhadap naskah kuno sangatlah minim. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya naskah kuno ataupun catatan sejarah yang hilang sampai saat ini.

Baca Juga :

“Salah satu naskah penting yaitu Surat Perintah Sebelas Maret saja bisa hilang. Padahal umurnya masih terhitung baru, bagaimana yang sudah berumur ratusan tahun. Hal ini yang sangat disayangkan menurut saya,” ungkapnya di Dome UMM.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan apresiasi sejarah kebudayaan Indonesia sendiri lebih dihargai di luar negeri. Bahkan di Sumatera ada oknum yang rela menjual naskah kuno ke negara tetangga. Ironis memang ketika identitas bangsa dijual kepada negara lain hanya demi uang.

“Pada tahun 2012, UNESCO menetapkan naskah ‘Serat Diponegoro’ sebagai memori kolektif dunia, yang artinya masyarakat dunia saat ini mendapatkan nilai-nilai keberanian dari naskah diponegoro tersebut. Sekali lagi peradaban Indonesia hilang dengan adanya hal tersebut,” paparnya.

Kedepan, Dr. Arif menyarankan Indonesia memperbanyak pembangunan berbasis budaya. Karena saat ini mayoritas pembangunan sudah bertujuan pada kapitalisme yang kian mengikis kebudayaan bangsa.

“Hanya 2 daerah yaitu Bali dan Yogyakarta yang masih menjalankan pembangunan berbasis kebudayaan. Kedepannya diharapkan pembangunan berbasis budaya ini akan banyak muncul di daerah Indonesia, karena potensi Indonesia bisa digali dengan maksimal nantinya,” tandasnya.

Penulis : Ucha Julistian
Editor : Galuh Pandu

Foto : Ucha – Infokampus.news

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bangun Startup, Alumni UI Ini Ciptakan Aplikasi Panti Asuhan

Di era digital saat ini, semua bisa dilakukan dengan jaringan internet, termasuk dalam membantu anak yatim piatu di panti asuhan.

Close