Mahasiswa ITB Kembangkan Mesin ATM Anti Skimming dan Pin Capturing

Infokampus.news – Mahasiswa teknik elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2014, yaitu Bayu Aji Sahar Nugroho, Christiawan Mulyono, dan Azel Rahardian Fayyad kembangkan mesin ATM anti Skimming dan Pin Capturing.

Delapan bulan sebelum penelitian mesin ATM anti Skimming dan Pin Capturing ini dilakukan, ketiga mahasiswa ITB melakukan riset untuk mencari tahu kelemahan mesin ATM yang dipakai di Indonesia saat ini. Dapat disimpulkan bahwa terdapat kekurangan ATM di Indonesia yaitu skimming dan pin capturing.

Berangkat dari kasus pembobolan uang tunai dari mesin anjungan tunai yang sempat marak belakangan ini di berbagai wilayah Indonesia, tiga orang mahasiswa ITB membuat inovasi dengan membuat Fingershield ATM, yaitu mesin ATM memiliki verifikasi tambahan berupa sidik jari dan menggunakan kartu chip atau smart card dengan jenis kartu ATM Magnetic stripe dan display ATM yang digunakan sudah berupa display touchscreen.

“Membaca data dari kartu chip lebih sulit dari membaca data magnetic stripe card. Ketika memasuki reader, ada proses autentifikasi (terdapat kunci yang harus dilalui) terlebih dahulu keamanan semakin terjamin karena setiap kunci dari setiap sistem itu berbeda,” ujar Christiawan salah satu anggota tim.

“Lebih lanjut data pada kartu chip itu terenkripsi, sehingga tidak sembarang orang dapat membaca data di dalamnya, maka proses penyadapan kartu ATM dan pencurian informasi PIN saja tidak cukup untuk melakukan tindak pencurian rekening nasabah Skimming dan Pin Capturing pun dapat teratasi,” imbuhnya.

Harapannya bila sistem ATM sudah lebih aman, jumlah penarikan dan transfer uang dapat naik, sehingga dapat membantu nasabah apabila ada kepentingan yang mendesak. “Harapannya kalau sistem keamanannya lebih aman, jumlah penarikan dan transfer uang bisa naik,” harap Christiawan.

Fingershield ATM ini menjadi salah satu karya yang ditampilkan pada EEDays (Electrical Engineering Days) 2018 yang berlangsung pada Selasa – Kamis (22-24/06/2018) di Aula Timur. Ketiganya berharap penelitian ini dapat berlanjut, “Kalau memang ada kesempatan, dan memang takdirnya kita disuruh bekerja di bidang ini, ya mungkin dikembangkan. Atau ada orang lain di angkatan bawah yang tertarik dengan TA ini dan mengembangkannya lebih lanjut.” (Jul)

Leave a Reply

Your email address will not be published.