Jadi Guru Bahasa Indonesia di Thailand dan Uzbekhistan Dosen Ini Sharing Pengalaman, Mahasiswa Indonesia Harus Rajin Bersyukur Loh!

Infokampus.news, Malang – Pengalaman menjadi guru bahasa Indonesia di Thailand dan Uzbekhistan tidak akan pernah dilupakan Prayitno Tri Leksono M.Pd, dosen Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Malang (UNISMA). Dosen yang berangkat mengajar di 2 negara melalui salah satu program Kemendikbud mulai tahun 2016 ini menceritakan kisahnya saat ditemui wartawan.

“Juni 2016 sampe 2017 awal di Thailand. Lalu Agustus 2017 berangkat ke Uzbekistan sampai pertengahan 2018. Kesulitan mengajar disana 2 negara ini bahasa, karena kalau Thailand mereka ini masyarakatnya cuma tau bahasa Thailand saja. Sedangkan kalau Uzbekhistan mereka bahasa nasionalnya Rusia, jadi sulit saya harus ngerti bahasa Rusia belajar dikit-dikit.” Terang pria Kelahiran Lumajang ini.
Namun yang paling unik ketika dirinya mengajar bahasa Indonesia di Uzbekhistan, selain bahasa yang tidak familiar untuknya, ia juga harus berhadapan dengan budaya yang sangat berbeda. Ia menceritakan di sana kedisiplinan sangat tinggi.
“Disana kuliah itu seperti anak SD pakai seragam, masuk itu di cek sama security kelengkapan seragam dan lain lain baru boleh masuk jadi tidak sembarang orang bisa masuk. Disana saya mengajar di 2 kampus.” Paparnya.
Selain itu fasilitas belajar sangat tidak mumpuni lho sobat FoKus. Seperti sinyal internet yang buruk dan juga fasilitas belajar masih sangat terbatas. Suprayitno juga menjelaskan teknologi pendidikan disana jika dibandingkan Indonesia masih kalah jauh.
“Padahal semangatnya tinggi sekali dalam belajar tapi fasilitasnya tidak memadai. Kalau bahasa Indonesia sendiri diminati karena banyak turis Indonesia yang sering berkunjung kesana, ya ada saja setiap minggu yang datang. Karena disana ada makam Al Bukhori, Tirmidzi dan banyak wisata ritual lainnya. Diharapkan mahasiswa ini diberi bekal bahasa Indonesia agar bisa jadi tour guide,” ungkapnya.
Selain itu budaya Uzbekhistan sendiri menurutnya sangat ke-Eropaan jika dibandingkan dengan Indonesia dan Thailand. Begitu juga dengan arsitektur dan tata kotanya yang sangat berbeda. “Uzbekhistan itu yang bagus di ibukota saja, sangat bersih jalanan luas. Tapi ketika keluar ibukota sedikit saja sudah jauh beda sekali,” tutupnya.
Mahasiswa Indonesia termasuk beruntung loh sobat FoKus bisa tinggal di negeri yang nyaman dan kondusif untuk tinggal dan belajar seperti Indonesia. (Pus)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Pembinaan Ideologi Bangsa
Menristekdikti Luncurkan Aturan Baru Pembinaan Ideologi Bangsa

Infokampus.news - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan (Kemenristekdikti) meluncurkan peraturan Menristekdikti nomor 55 tahun 2018 terkait Pembinaan Ideologi Bangsa dalam

Close