Jadi Pebisnis dan CEO Perusahaan Internasional, Alumni Teknik Elektro Universitas Brawijaya Ini Blak-Blakan Soal Resep Suksesnya

Infokampus.news, Malang – Kembangkan berbagai bisnis di bidang jasa konsultan, pendidikan, digital, dan menjadi CEO perusahaan berskala internasional Abundent Sdn Bhd, memacu Dinar Hana Sadriyantien Wahyuni, ST., MT. terus maju dan bermanuver. Bagi wanita asli Malang ini, kegagalan dan tantangan sebagai pebisnis pasti ada namun untuk jadi pebisnis sukses tidak boleh ‘baper’.
“Misal nih ada project yang awalnya di acc terus di cut di tengah jalan, pasti sedih dong ya? Wajar tapi jangan lama-lama. Kalau saya ya saya catat kenapa mereka tidak jadi ke kita, lalu dari alasan-alasan itu kita jadikan pelajaran gimana cara menghadapi klien selanjutnya.” Tukas wanita yang juga menuntaskan pendidikan S2 teknik elektro di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya ini.
Sebelum benar-benar menekuni dunia bisnis, Dinar, sapaan akrabnya juga sempat menjadi dosen dan Sekjur selama 3 tahun di sebuah universitas swasta ternama di Malang. Selain itu ia juga pernah menjadi dosen di beberapa politeknik Malang.
“Saya ingin jadi dosen biasa saja, karena yang kemarin itu jadi Sekjur sangat menyita waktu tapi tidak boleh akhirnya saya resign. Saya ada keinginan punya usaha yang bisa diremote dari rumah begitu, ingin fokus mengurus keluarga dan juga bisnis.” Imbuhnya.
Saat ini, total ia memiliki sedikitnya 5 jenis bisnis yang cukup menguntungkan dan ingin terus ia kembangkan. Mulai dari bisnis rental mobil yang ia geluti sejak masih kuliah, kedai kopi pagi Lesgo yang akan membuka cabang baru, jasa konsultan bisnis serta pendampingan, Hana Gemintang School of excellence dan juga Abundent perusahaan IT yang sudah melebarkan sayap di Malaysia, Amerika, Singapura dan beberapa negara lain yang sedang dikembangkan.
“Saya fokus memang di pengembangan bisnis, strategi dan managerial kalau untuk keuangan ada sendiri lainnya ada sendiri juga. Sebagai pebisnis itu juga harus jeli melihat peluang, tiap hari selama 24 jam itu saya memang rajin membaca pasar, marena pasar itu bisa berubah lho dalam hitungan detik saja.” Ungkapnya.
Dinar mengungkapkan beberapa tipsnya untuk membuka bisnis dengan modal 0 rupiah. Menurutnya saat ini untuk memulai bisnis tidak harus dengan modal uang, namun ide itu sendiri merupakan sebuah modal besar yang harus dirupakan.
“Kalau ide sudah ada tinggal cari partner atau pihak mana saja yang bisa diajak bekerjasama. Sekarang ini kalau uang saja 100 juta untuk modal usaha bisa habis, tapi kalau ada ide? Kita akan terus mengembangkan ide itu otomatis perusahaan itu akan terus berkembang.” Ujarnya mengungkapkan resep bisnisnya.
Disamping itu ada juga kiatnya untuk membentuk mental yang tangguh untuk menghadapi persaingan di dunia bisnis. “Pokoknya harus terus keep moving sih, harus tekun, harus kuat. Jangan kesindir kalau ada kompetitor lain, harus jalan terus aja karena kita itu tidak tahu lhi apa yang ada di depan. Lalu sering sering lihat pasar di lihat perubahannya apa fluktuasinya apa jangan pernah skip dan jangan gampang putus asa.” Tandasnya.
Rencananya ide-ide dan juga strateginya dalam berbisnis ini akan dituangkan dalam sebuah buku judul tema yang sama, bisnis 0 rupiah. (Pus)

Leave a Reply

Your email address will not be published.