Jadikan Kekurangan sebagai Kekuatan, Kenali Kartini Masa Kini dari UIN Yogyakarta

Infokampus.news – Mahasiswi UIN Yogya bernama Hastu Wijayasri kini duduk di semester 3 jurusan Teknik Informatika. mata kuliah favoritnya adalah Human Computer Intercation alias Interaksi Manusia dan Komputer. sejak kecil Hastu tidak dapat mendengar, namun urusan semangat belajar jangan ditanya, sejak kecil Hastu bersekolah di sekolah umum.

Awalnya, Hastu sempat merasa bahwa belajar teknik informatika itu, “pusing,” ujarnya dengan tangan mengepal memutar di depan dahi. Wajahnya yang riang tersenyum mendadak cemberut sekilas.

Di kelas perkuliahan, Hastu memahami materi dengan membaca gerak bibir dosen. Sesekali ia merekam video kegiatan belajar di kelas atau didampingi oleh pendamping yang merupakan relawan PLD. Seusai kelas, ia akan memutar video itu kembali untuk memahaminya. “Kadang-kadang berhasil. Kadang nggak,” jelasnya dengan ekspresi terkekeh.

Buatnya, kuliah sangat menantang. Meski kadang sulit memahami, Hastu punya beberapa kesukaan sendiri yang membuatnya semangat belajar. Semangat pertama hadir lewat seorang dosen favoritnya. Dalam suatu ketika saat dirinya sedang down, sang dosen pernah berucap “Harus fokus pada satu hal.” Ia pun merasa tergugah untuk lebih berikhtiar dalam belajar.

Sejak itu, berkaca pada dirinya, gadis asal Yogyakarta ini pun sadar. Ia harus mengurangi hal-hal yang kurang bermanfaat dan fokus pada niat awal untuk belajar, apapun rintangannya. Motivasi lain adalah komunitasnya. Saat ini Hastu fokus mengajar bahasa isyarat pada lebih dari 200 orang relawan PLD di kampusnya.

UIN memiliki Pusat Layanan Difabel (PLD) sebagai unit layanan untuk mahasiswa difabeL. Di sanalah Hastu berkecimpung. Menyadari minat teman-temannya yang besar dalam belajar bahasa isyarat, Hastu berinisiatif menjadi relawan pengajar.

Komunitas ini dinamakan “Relawan Sahabat Inklusi.” Selain Hastu, banyak juga teman-temannya yang mendaftar, sebagai relawan pendamping akademik bagi mahasiswa tunadaksa, tunarungu, dan tunagrahita, dan tunanetra.

Hastu juga sangat menyukai aktivitas pengembangan diri yang ia jalani. Bersama dengan rekan-rekannya, Tesya Nurintan, Millati Pratiwi, Azki Hidayatulloh Alfain, Ajie Dwihastadi, Ari Lukman Purnawirawanto, dan Khamdan Nahari, mereka mengembangkan Audio Book sejak Mei 2018.

Ini adalah semacam aplikasi ojek online. Bedanya dengan aplikasi ojek online yang sudah ada, aplikasi inklusif Audio Book memfokuskan pada layanan bantuan bagi kaum difabel. Solusi inovatif ini mempertemukan antara user (difabel) dengan service provider (mahasiswa relawan) untuk beragam jenis bantuan.

Misalnya, ada user tunanetra yang memerlukan bantuan pemahaman materi pada satu mata kuliah tertentu. Di sisi lain ada relawan yang bersedia mengunggah suaranya membacakan buku atau catatan perkuliahan sesuai permintaan. Aplikasi ini memudahkan keduanya bertemu, plus menyediakan fitur suara untuk tunanetra. Keren kan?

Oh iya, perlus sobat fokus ketahui Hobinya menggambar doodle, berbakat menari, jalan-jalan dan suka dengan instalasi seni. Tengok saja akun Instagram-nya @Hastuwijaya. Kalian akan lihat banyak karya dan prestasinya yang tak hanya membuatmu tersenyum, melainkan juga kagum.

Satu hal yang pasti, ‘kekurangan’ Hastu adalah kekuatannya. Ia belajar, berusaha lebih untuk hal yang kadang kita anggap sangat sederhana. Tidakkah itu yang membuat kita kuat?

Karena itu langkah dan mimpi Hastu tak hanya sejauh gerbang kampus. Di Dicoding ia mendapatkan Beasiswa Kartini dari Indosat yang dianugerahkan pada ke-51 perempuan developer yang terpilih, wow hebat bukan? (Jul)

Berita Terkait

  • infokampus.news - Ada yang berbeda pada wisuda yang dilakukan di UIN Ar-Raniry. Momen wisuda mahasiswi program studi pendidikan kimia, Fakultas Tarbiyah UIN Ar-Raniry ini terlihat sungguh mengharukan. Bagaimana tidak, jika diketahui salah satu mahasiswi bernama Rina Muharrami ia telah lebih dulu menyelesaikan studinya dan memperoleh gelar sarjana bagi orangtuanya, naas sehari setelah menyelesaikan sidang skripsinya dia diketahui meninggal karena sakit. Momen penyerahan ijazah dalam wisua harus berlangsung tanpanya. Namun sang…
  • Infokampus.news - Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) resmi ditutup kemarin malam (19/2) pukul 22.00 wib. Para calon mahasiswa ini sangat antusias mengikuti alur pendaftaran hingga proses finalisasi, meskipun masih menemui beberapa kendala terkait pelaksanaan SNMPTN 2019 ini. Dari semua perguruan tinggi di Indonesia, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim masih menjadi daya tarik sendiri untuk para calon mahasiswa. untuk itu, berikut ini tim infokampus sampaikan 10 besar pendaftar di…
  • Infokampus.news - Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry (FPSI UIN Ar-Raniry) Banda Aceh resmi meluncurkan pusat kajian psikologi Islam yang disebut dengan Centre for Islamic Psychology Development pada Sabtu (22/12) lalu. Pada saat yang sama, FPSI juga membentuk Islamic Psychology Community (Komunitas Psikologi Islam). Launching pusat kajian ini dipimpin oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dra. Tasnim Idris M,Ag, dengan dihadiri oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan…

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
50% Wisudawan Unisma Lulus 7 Semester! Ini Tipsnya

Infokampus.news, Malang - Sekitar 50% wisudawan Universitas Islam Malang (Unisma) lulus lebih cepat. Menurut wakil rektor I Unisma, Prof. Drs.

Close