Jahe Desa Junrejo Belum Diproduksi Maksimal, Para Dosen UNIDHA Ini Ajak Masyarakat Produksi Minyak Atsiri

Infokampus.news, Malang – Banyaknya produksi jahe Desa Junrejo kota Batu ternyata tidak membuat perekonomian masyarakatnya meningkat drastis. Banyaknya produksi komoditas pertanian ini karena saat menanam tanaman masyarakat banyak melakukan penanaman tumpangsari jeruk dengan jahe.

Namun demikian jahe hanya dijual dalam bentuk jahe mentah saja, ketika harga jahe menurun tajam mereka justru menimbunnya dalam gudang dan berujung pada jahe yang membusuk. Padahal komoditas pertanian satu ini jika dimanfaatkan dengan sedikit saja sentuhan akan menaikkan harga jualnya hingga beberapa kali lipat.

Untuk itulah Dr. Nurul Muddarisna S.P., M.P., Yekti Sri Rahayu S.P., M.P., Dr. Ir. Moh Su’i M.P., tergerak untuk melakukan pendampingan pada kelompok petani jahe di desa tersebut.

“Tanaman jahe ini tidak seperti padi yang harganya stabil, kalau rempah tidak menentu jadi pas harganya fluktuatif cenderung turun sukanya ditimbun hingga tumbuh tunas baru. Kami mencoba untuk mengubah mindset tersebut,” Tukas Nurul.

Jahe Desa Junrejo Mulai Diproduksi Untuk Minyak Atsiri, Bahan Baku Berbagai Produk Industri Besar dan Rumahan

Pihaknya ahirnya menemukan ide untuk memberikan pendampingan pada para masyarakat ini untuk memproduksi minyak atsiri. Untuk memperoleh minyak atsiri ia memberikan penyuluhan masyarakat untuk melakukan distilasi atau penyulingan.

“Jadi dari rimpang jahe ini ada kandungan minyaknya nah minyak ini yang kami ingin ambil. Awalnya jahe dipanaskan setelah menguap kemudian uap dikondensasi jadi cair, nah disini masih dipisah lagi jadi butuh ketrampilan untuk menyuling minyak atsiri jahe ini.” Ujarnya.

Meskipun timnya berfokus pada pendampingan transfer teknologi tepat guna, namun ia juga menuturkan minyak atsiri ini sangat bermanfaat untuk banyak hal. Beberapa diantarannya adalah sebagai bahan dasar pembuatan kosmetik, makanan dan pengobatan herbal. (Pus)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Perdana! UM Berikan Gelar Adjunct Proffessor Pada Prof. Hadi Nur, Ph.D Dari UTM Malaysia

Gelar adjunct proffessor merupakan gelar yang disematkan untuk guru besar dengan jabatan tertinggi karena kepakarannya, meskipun tengah menjabat di universitas

Close